Tribun Lampung Utara

Ribuan Ikan Mati Diduga karena Gas Beracun, Petambak di Lampung Utara Rugi Miliaran Rupiah

Ia menjelaskan kondisi cuaca beberapa waktu terakhir membuat suhu air, khususnya di keramba-keramba, menjadi tidak menentu.

Dokumentasi Petani Keramba Way Rarem
Ribuan ekor ikan mati di keramba-keramba Bendungan Way Rarem, Lampung Utara, Sabtu (4/1/2020). 

Ia menyebut gas beracun dari bekas pakan yang berada di dasar air menguap ke atas keramba.

Hal itu menyebabkan ribuan ekor ikan di puluhan unit keramba miliknya mati.

"Ada perusahan perikanan yang mengecek. Ada gas beracun yang keluar dari dasar, dari bekas pakan. Ada kotoran, ditambah lumpur yang di dasar naik ke atas. Cuaca juga memengaruhi," bebernya, Sabtu.

Pandayani menaksir kerugian akibat ribuan ekor ikan mati mencapai Rp 6,3 miliar.

Nilai tersebut khusus dari keramba miliknya pribadi, belum termasuk keramba milik petambak lainnya.

"Kerugian sekitar Rp 6,3 miliar dari (keramba) punya saya pribadi," katanya.

Menurut Pandayani, kejadian matinya ikan-ikan dalam jumlah besar ini merupakan yang terparah sejak 2014.

"Kejadiannya nggak cuma tahun ini. Tapi ini yang paling fatal, awal tahun ini," ujarnya.

Utang Bank

Petambak ikan di Bendungan Way Rarem berharap Pemkab Lampura memberikan solusi terkait ribuan ekor ikan mati.

Halaman
1234
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved