VIDEO Bungker dan Gua Jepang di Bandar Lampung
Penjajahan Jepang selama 3,5 tahun di Indonesia, turut dirasakan masyarakat Lampung.
Penulis: Wahyu Iskandar | Editor: Reny Fitriani
Bangunannya yang timbul di atas tanah, membuatnya mudah diidentifikasi oleh warga sekitar.
Mereka tidak perlu melakukan penggalian untuk menemukan bungker tersebut.
Ketika masih kecil, Burhanuddin dan teman-temannya bahkan menjadikan tempat bersejarah tersebut sebagai tempat bermain.
Mereka sempat masuk dan melihat-lihat kondisi di dalam bungker.
"Ruangannya kecil, pengap, tapi kokoh," ujarnya sambil mengenang.
Di sana, tidak ada perabotan atau barang-barang peninggalan apapun.
Hal yang ada hanya lubang-lubang kecil tempat para prajurit mengintai musuh dan tempat mereka beristirahat.
Burhanuddin juga mengatakan, lumut atau tumbuh-tumbuhan liar tidak ditemukan di dalam bungker Jepang itu.
"Bersih, nggak ada apapun di dalamnya," katanya menambahkan.
Gua Jepang
Sementara, gua Jepang ada di samping bungker di depan kantor Disdikbud Bandar Lampung.
Jika dilihat dari jauh, mulut gua tersebut memang sudah tidak dapat dikenali.
Permukaannya telah rata dengan tanah dan di atasnya dijadikan warung oleh warga setempat.
Saksi sejarah yang masih hidup, Burhanuddin mengatakan, gua Jepang tersebut juga digunakan sebagai tempat berlindung tentara Jepang.
Sedangkan setelah zaman kemerdekaan hingga sekitar tahun 1980-an, gua itu masih digunakan sebagai tempat bermain anak-anak.