VIDEO Bungker dan Gua Jepang di Bandar Lampung
Penjajahan Jepang selama 3,5 tahun di Indonesia, turut dirasakan masyarakat Lampung.
Penulis: Wahyu Iskandar | Editor: Reny Fitriani
"Namanya anak-anak, jadi penasaran gimana kondisi di dalam gua," katanya.
Berbekal tekad dan rasa penasaran tersebut, Burhanuddin kecil bersama teman-temannya akhirnya masuk ke dalam gua.
Sepanjang perjalanan, Burhanuddin mengaku napasnya sesak karena kondisi di dalam gua yang pengap dan minim oksigen.
Ia menuturkan, gua Jepang tersebut masih dalam kondisi bersih tanpa lumut, tumbuhan liar, perabotan atau pun sampah.
"Pas jalan saya pernah sekali ketemu kayak lemari, tapi dari beton, terus dalam keadaan ketutup," kenangnya.
Keinginan untuk membuka lemari tersebut dipendam dalam-dalam oleh Burhanuddin dan kawan-kawan.
Selain karena ukurannya yang besar, kokoh lagi keras, mereka juga takut di dalamnya ada hal-hal yang berbahaya.
Selain itu, mereka juga sempat bertemu beberapa ekor ular besar.
Namun, ia berkeyakinan, selama dirinya tidak mengganggu, maka ular-ular tersebut juga tidak akan mendekatinya.
"Yang penting kan nggak mengganggu, jadi aman," katanya.
gua tersebut kabarnya memiliki dua cabang.
Ada yang tembus ke arah Sumur Putri di Telukbetung dan Taman Kera di Telukbetung Utara.
Namun, kabar tersebut belum diketahui kebenarannya karena ia sendiri hanya sanggup menyusuri setengahnya.
Di samping udara yang semakin lama semakin sedikit, ia juga takut bertemu dengan ular yang ukurannya lebih besar di dalam.
"Namanya cerita orang-orang tua zaman dulu, katanya begitu," ujarnya.