Hakim PN Medan Ternyata Dibunuh Istri, Kecurigaan Sang Putri Terbukti
Sang istri sebagai otak pembunuhan, sementara 2 orang lainnya sebagai eksekutor.
Penulis: taryono | Editor: taryono
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Misteri pelaku pembunuhan hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin terungkap.
Pelaku ternyata sang istri dibantu 2 orang suruhan.
Dilansir Kompas.com, ketiga orang tersebut telah ditetapkan menjadi tersangka setelah polisi melakukan penyidikan dengan metode deduktif dan induktif
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono menjelaskan peran para pelaku.
Sang istri sebagai otak pembunuhan, sementara 2 orang lainnya sebagai eksekutor.
Polisi hingga kini belum merinci lebih lanjut mengenai tempat dan waktu penangkapan serta motif pelaku.
Menurut Argo, informasi lebih lengkap akan dirilis oleh Polda Sumatera Utara yang menangani kasus tersebut.
Jamaluddin (55) ditemukan tewas di area kebun sawit di Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang pada Jumat (29/11/2019).
• 3 Pelaku Pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin, Istri dan 2 Orang Bayaran
• Kapolda Minta Maaf Belum Mampu Ungkap Pembunuhan Hakim Jamaluddin
• Pengacara Sebut Pernyataan Kapolda Sumut Jadi Kunci Kematian Hakim PN Medan
• Istri Hakim Jamaluddin Pernah Ngamuk Soal Harta, Ini Keterangan Saksi Kunci
Saat ditemukan, jenazah Jamaluddin berada di kursi belakang sopir.
Ketua PN Medan Sutio Jumagi Akhirno mengatakan, pada Jumat pagi, almarhum Jamaluddin sempat datang ke kantor.
Seorang anggotanya di PN Medan, menurut dia, mengaku sempat melihatnya.
PN Medan bersama dengan pihak keluarga berharap agar kasus kematian hakim PN Medan itu diusut tuntas.
Sebelumnya putri Hakim PN Medan Jamaluddin Kenny Akbari menemukan sejumlah kejanggalan atas peristiwa yang menimpa sang ayah.
Kenny Akbari memaparkan beberapa kejanggalan itu saat menjadi narasumber di acara Fakta Tv One dilansir TribunJakarta pada Selasa (10/12/2019).
Mulanya, Kenny Akbari menyatakan keseharian sang ayah yang biasanya tak pernah keluar rumah di pagi hari buta.
"Yang biasanya keluar rumah duluan itu aku sekitar pukul 6.00 - 6.30 WIB atau bisa lebih cepat dari itu, ayah aku belakangan biasanya," ucap Kenny Akbari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/hakim-pn-medan-jamaluddin-dibunuh-sang-anak-ungkap-kejanggalan-ini.jpg)