Demo Guru Honor di Lamteng
DPRD Lamteng Siap Perjuangan Aspirasi Guru Honorer
Sumarsono, Ketua DPRD Lampung Tengah menyatakan siap perjuangkan aspirasi para guru honorer terkait honor dan kejelasan masa depan mereka.
Penulis: syamsiralam | Editor: Reny Fitriani
"Katanya sih yang udah umur akan ada pengangkatan honor K3. Saya pasrah sama nasib," tambahnya.
Guru honor lainnya Siti Nurhasanah mengajar di MI Al Muhajirin Kecamatan Panjang.
Perempuan 40 tahun ini mengaku honor sejak tahun 1997.
"Kalau gaji honor dari sekolah Rp 500 ribu tiap bulan yang cair per tiga bulan," beber ibu tiga anak ini.
Siti bersyukur atas perhatian yang diberikan Pemkot Bandar Lampung untuk menyejahterakan guru honor.
"Tadi kata Pak Wali Kota kalau pendapatan daerah semakin baik, tahun depan insentif dinaikkan jadi Rp 1,5 juta per 6 bulan atau Rp 3 juta setahun," ungkapnya.
Menurutnya menjadi guru honor memang pilihan untuk mengabdikan ilmu.
Karena menurutnya sayang jika ilmu sebagai guru tidak tersalurkan sesuai jalurnya.
"Yang membuat bertahan ya katena ilmu kita tersalurkan. Sesuai bidangnya," beber lulusan UIN PGMI itu.
Terlebih dirinya tidak bisa lagi mendaftar CPNS karena umur.
"Saya udah pernah nyoba CPNS 4 atau sampai 5 kali, tapi belum nasibnya," ucapnya pelan.
Namun Siti mengaku terbantu dengan pekerjaan suami sebagai angkatan laut.
"Alhamdulillah suami angkatan laut jadi kebantu, dan tabah aja ngikutin nasib," kata Siti. (Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/demo-guru-honorer-di-lamteng-a.jpg)