Tribun Bandar Lampung

BPBD Turunkan Dua Tim Bantu Evakuasi Banjir di Dua Titik di Bandar Lampung

Tim beranggotakan masing masing 6 dan 7 personel ini tersebar di dua titik banjir.

Penulis: Joviter Muhammad | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi BPBD
Anggota BPBD bersama warga membersihkan sisa banjir di lingkungan Kelurahan Pasir Gintung kecamatan Tanjungkarang Pusat 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung menurunkan dua tim bantu evakuasi banjir Bandar Lampung.

Tim beranggotakan masing masing 6 dan 7 personel ini tersebar di dua titik banjir.

"Ada yang membantu warga di LK 1 dan LK 2," ujar Lurah Pasir Gintung, Mashuri, Rabu (15/1).

Mashuri menambahkan, pihaknya masih melakukan pendataan terkait jumlah warga yang kena dampak banjir.

Banjir akibat meluapnya air kali pasir gintung ini diperkirakan merendam puluhan rumah.

"Hampir semua yang di bantaran kali kena banjir. Ada sekitar 50 KK," jelasnya.

Diguyur Hujan 1 Jam, Luapan Kali Pasir Gintung Rendam 20 Rumah Warga

182 Peristiwa Bencana Terjadi di Pesawaran, Mayoritas Banjir dan Longsor

Kejati Lampung Terima 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi RSUD Pesawaran

Bejat! Oknum PNS Pemprov Lampung Cabuli Anak Tirinya 8 Kali di Rumah Setelah Ibu Korban Pergi Kerja

Banjir cepat surut karena durasi hujan tidak begitu lama.

Ditambah lagi bantuan personil BPBD sehingga rumah warga hanya terendam air selama lebih kurang 30 menit.

"Mereka (BPBD) ikut membantu warga membersihkan sisa sisa banjir. Dan warga disini juga kompak, mereka gotong royong jadi air cepat disalurkan lagi ke kali," jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Bandar Lampung Syamsul Rahman menyatakan hujan Selasa (14/1) malam menimbulkan dua banjir di dua titik.

Selain di bantaran kali Pasir Gintung, hujan juga menggenangi sejumlah rumah di Jalan Kapten Abdul Haq, Rajabasa.

"Dua titik ini memang langganan banjir. Selain dekat dengan sungai, daerah ini juga dataran rendah," ujar Syamsul.

Sampai sejauh ini, lanjut Syamsul, belum ada laporan kerusakan terkait banjir tadi malam.

"Tidak ada korban dan kerusakan, tadi malam sudah kita turunkan tim. Begitu hujan reda ketinggian air langsung surut," katanya.

Diguyur Hujan 1 Jam, Luapan Kali Pasir Gintung Rendam 20 Rumah Warga

Hujan lebat durasi kurang lebih satu jam, Selasa (14/1) malam menjadi penyebab meluapnya air kali pasir gintung.

Akibatnya ada sekitar 20 rumah warga di Kelurahan Pasir Gintung Kecamatan Tanjungkarang Pusat terendam banjir dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

Ketinggian air berangsur surut setengah jam setelah hujan reda.

"Disini emang udah langganan, hujan bentar air kali langsung naik," ujar Yusuf Ketua RT 05 LK 1, Rabu (15/1).

Yusuf memaparkan, hujan diperkirakan sekitar pukul 19.30 - 20.30 WIB memicu air kali meluber ke pemukiman.

Hingga pagi ini, masih tampak sejumlah warga membersihkan lumpur dan kotoran bekas banjir.

"Dari tadi malam sudah surut, ya ini beres beres sisah nya aja," ujar Yusuf.

Salah satu warga terdampak banjir, Purwanti mengatakan ketinggian banjir bervariasi.

Posisi rumahnya lebih tinggi dari tetangga hanya memasuki rumah sebatas mata kaki.

Kendati demikian, kata Purwanti, hujan yang tidak begitu lama pada malam itu cukup membuatnya cemas.

"Cuma saya sama ibu saya dirumah, suami lagi kerja belum pulang," kata Purwanti.

Untungnya hujan cepat redah, sehingga air berangsur surut.

"Ga ada kerusakan, paling hanya perabot kaya kursi sama lemari basah karena terendam," katanya.

Ketua RT 05 Lk 2 Otong menambahkan, kali pasir gintung meluap karena terjadinya pendangkalan.

Menurutnya, kedalaman air kali pada saat normal hanya sebatas lutut orang dewasa.

"Dulu sekitar tahun 73 air kali ini masih dalam bisa sampe setinggi dada. Sekarang lihat sendiri seperti apa," beber Otong.

Otong menyebut salah satu solusi untuk mengatasi banjir dengan cara mengeruk dasar kali.

Selama ini, kata Otong, sudah diajukan kepada pemerintah setempat namun belum ada tanggapan.

Sementara itu, Lurah Pasir Gintung Mashuri menyatakan pengerukan aliran sungai atau kali pasir gintung terkendala akses jalan.

Seperti diketahui, areal tersebut merupakan padat penduduk.

Sementara jalan penghubung warga hanya gang kecil yang dapat dilalui kendaraan roda dua.

"Rasanya kalau mau masuk alat berat kan sulit," kata Mashuri.

Kendati demikian pihak kelurahan masih menghimbau warga untuk waspada, mengingat musim hujan masih akan terjadi hingga beberapa bulan kedepan.

Mashuri menambahkan, kalau memang banjirnya parah dan membahayakan warga kemungkinan akan dibentuk posko darurat bencana.

"Untuk saat ini belum, tapi sudah koordinasi dengan puskesling dan puskesmas rawat inap Simpur," tandasnya.(Tribunlampung.co.id/Joviter Muhammad)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved