Ponsel Dianggap Tak Efektif Beri Peringatan Dini Banjir, Anies Pilih Beli Toa Seharga Rp 4 Miliar 

Pengeras suara ini dikatakan canggih lantaran juga dilengkapi dengan fitur unggulan, Automatic Weather Sensor (AWS) dan Automatic Water Level Recorde

Ponsel Dianggap Tak Efektif Beri Peringatan Dini Banjir, Anies Pilih Beli Toa Seharga Rp 4 Miliar 
Kompas.com/Nursita Sari
Ponsel Dianggap Tak Efektif Beri Peringatan DIni Banjir, Anies Pilih Beli Toa /pengeras suara Seharga Rp 4 Miliar  

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 4 miliar guna membeli enam set pengeras suara atau toa canggih.

Pengeras suara ini dikatakan canggih lantaran juga dilengkapi dengan fitur unggulan, seperti Automatic Weather Sensor (AWS) dan Automatic Water Level Recorder (AWLR).

Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapudatin) BPBD, M. Ridwan mengatakan, pengeras suara yang dinamakan Disaster Warning System (DWS) ini tergabung dalam sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) BPBD DKI.

"Alatnya memang pakai toa, tapi bukan menggunakan toa seperti yang ada di masjid," ucapnya ketika dihubungi Tribun Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Alat ini akan digunkan oleh BPBD untuk memperingati warga yang berada di bantaran sungai saat tinggi muka air di pintu air mencapai siaga tiga atau masuk kategori waspada.

Pernyataan Anies Baswedan Soal Mal Tidak Tutup karena Banjir Tidak Sesuai Fakta Lapangan

Usai Teriakan Anies Gubernur Rasa Presiden, Rodiah Trauma Banyak Pesan Berantai Masuk Facebooknya 

Kemang Terendam Air 2 Meter tapi Gubernur Anies Baswedan Bilang Tidak Kebanjiran

"Kalau tambah pakai toa kan akan menjadi lebih bagus untuk melengkapi informasi ke warga," ujarnya saat dikonfirmasi.

Nantinya, enam set pengeras suara canggih ini akan ditempatkan di lokasi-lokasi rawan banjir yang belum memiliki alat peringatan dini.

"Nantinya akan dipasang di Tegal Alur, Rawajati, Makasar, Jati Padang, Kedoya Selatan, dan Cililitan," kata Ridwan.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberi perintah kepada pihak kelurahan berkeliling di kelurahannya guna memberikan peringatan dini terjadinya banjir kepada masyarakat menggunakan pengeras suara dan sirine.

Peringatan dini itu diberlakukan setelah Pemprov DKI Jakarta mengevaluasi prosedur peringatan dini yang selama ini diberlakukan.

Halaman
123
Editor: Romi Rinando
Sumber: Suar.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved