Berita Terkini Nasional

Jadi Menteri BUMN Erick Thohir Diteror Lewat WhatsApp : Kalau Ini Dicopot Berhadapan dengan Kami

Ari Askhara yang tersandung kasus dugaan penyelundupan ini langsung dicopot dari jabatannya oleh Erick Thohir.

Tayang:
Editor: Romi Rinando
KOMPAS.com/ MOH NADLIR
Jadi Menteri BUMN Erick Thohir Dapat Teror Lewat WhatsApp : Kalau Ini Dicopot Berhadapan dengan Kami 

"Jadi kalau nanti ada yang bawa nama istri saya, anak saya atau kakak saya, ataupun keluarga saya, cek dulu ke saya," ujarnya.

Erick Thohir juga bercerita kalau teror yang diterima olehnya selama ini berbentuk pesan melalui SMS atau WhatsApp.

"Belum lagi misalnya teror-teror, bukan ke fisik, misalnya dengan SMS, dengan WhatsApp," jelas Erick Thohir.

Erick Thohir pun mengungkap salah satu teror yang pernah diterimanya.

"Saya dengar ini mau dicopot, kalau ini dicopot berhadapan dengan kami," ujar Erick Thohir menirukan isi pesan teror yang pernah ia terima.

Teror kasus korupsi Jiwasraya dan Asabri

Dikutip dari Kompas.com, Erick Thohir mengaku kerap mendapat ancaman setelah menduduki kursi menteri.

Apalagi, setelah adanya permasalahan di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero).

“(Ancaman sudah menjadi) makanan sehari-hari, apalagi ada (kasus) Jiwasraya dan Asabri,” ujar Erick dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Kendati begitu, Erick tak mau merinci apa bentuk ancaman yang dia terima setelah menjabat sebagai menteri.

Dia hanya mengatakan, ancaman yang didapat dirinya tak menyurutkan langkahnya untuk memperbaiki BUMN.

“Tapi kita lillahi ta'ala saja, kerja yang terbaik saja,” kata Erick.

Mantan pemilik klub sepak bola Inter Milan itu pun mengaku lebih senang menjadi seorang pengusaha ketimbang menjadi menteri.

“(Lebih enak jadi) pengusaha. (Jadi pengusaha) bisa lebih bebas,” ucap dia.

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero) tengah dilanda masalah yang bersumber dari penempatan portofolio investasi pada saham-saham gorengan.

Nilai saham yang diinvestasikan oleh kedua perusahaan tersebut merosot yang membuat aset perusahaan mengalami penyusutan drastis.

Masalah kerugian dalam laporan keuangan pun membuat perusahaan terancam gagal bayar polis kepada masing-masing nasabah. (Artikel ini telah tayang di Tribunpalu.com)

Sumber: Tribun Palu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved