Tribun Lampung Utara

Demi Tugas, Guru SDN 3 Banjar Agung Nekat Berjalan Kaki Terobos Banjir Menuju Sekolah

Dengan mengenakan pakaian ASN para guru nekat menyeberang dengan berjalan kaki menerobos banjir hanya untuk berjuang agar bisa sampai ke sekolahan.

Dokumentasi Kepsek SDN 3 Banjar Agung
Demi Tugas, Guru SDN 3 Banjar Agung Nekat Berjalan Kaki Terobos Banjir Menuju Sekolah 

Upaya pembersihan material pun memakan waktu tiga hari, dari pagi sampai malam.

Beruntung, listrik sudah menyala pada Jumat (10/1/2020) malam.

Proses membersihkan masjid melibatkan polisi, TNI, pramuka, Satpol PP, damkar, Banser NU, dan organisasi masyarakat lainnya.

"Saat kami tiba di sini mulanya membersihkan jalan lintas dulu. Terus sambil disusuri melihat kondisi masjid ini. Akhirnya kami putuskan fokus di masjid ini," ujar Ketua DPW FPI Tanggamus Muksin.

Ia mengatakan, banyak pihak yang turut menyingkirkan material banjir dari dalam masjid.

Namun, banyaknya material yang masuk dibutuhkan waktu tiga hari untuk membersihkan masjid.

Bahkan FPI sendiri sudah mengerahkan 30 anggotanya secara bergantian membersihkan material.

"Kendala kami jumlah material yang banyak sekali, terus bercampur tanah dan batu. Jadi tidak bisa disiram pakai air saja," ujar Muksin.

Selama ini upaya pembersihan dengan berbagai alat, seperti cangkul, linggis, dan tangan kosong.

"Kelihatannya lumpur biasa, tapi dicangkul natap batu. Itulah beratnya. Tapi alhamdulillah, pelan-pelan sekarang semuanya sudah dikeluarkan," kata Muksin.

Halaman
1234
Penulis: anung bayuardi
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved