Tribun Bandar Lampung

KKP Kelas II Panjang Siapkan Ruang Isolasi Sementara bagi Orang yang Diduga Terpapar Virus Corona

Cegah tangkal Virus corona di Lampung, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang siapkan satu unit isolation camber.

tribunlampung.co.id/hanif mustafa
KKP Kelas II Panjang Siapkan Ruang Isolasi Sementara bagi Orang yang Diduga Terpapar Virus Corona. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Cegah tangkal Virus corona di Lampung, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang siapkan satu unit isolation camber.

Isolation camber ini menyerupai sebuah tandu yang dilengkapi dengan penutup sebagai ruang isolasi sementara.

Dalam isolation camber, orang dengan observasi (diduga terpapar corona) tetap bisa bernafas karena ada filterisasi yang menjaga udara dalam ruangan yang memiliki tekanan negatif.

Kepala KKP Kelas II Panjang, R Marjunet mengatakan, isolation camber ini merupakan ruang isolasi sementara bagi orang dengan observasi.

"Dalam kapsul evakuasi atau mobile evakuasi ini, bagi orang yang patut diobservasi, maka akan dimasukkan ke alat ini dan dibawa ke RS yang memiliki ruang isolasi," tuturnya, Selasa 28 Januari 2020.

Curhat Mahasiswi Indonesia Terjebak Virus Corona, Psikologis Mulai Terganggu Stok Makanan Menipis

4 Langkah Dinas Kesehatan Antisipasi Virus Corona Masuk ke Lampung

Tersangka Pembunuhan di Gunung Tapa Diringkus Petugas Polres Tulangbawang

BKD Bandar Lampung Imbau Peserta Tes CPNS Cetak Ulang Kartu Ujian Berlogo SSCASN

Kata Marjunet, alat ini punya tekanan negatif sehingga tidak menyebarkan Virus jika orang patut diobservasi berada di dalam.

"Alat ini bukan alat biasa," tegasnya.

Marjunet pun mengaku alat ini hanya baru satu di Lampung.

"Walau hanya satu, insya Allah bisa menkaver," bebernya.

Demi mewaspadai Virus corona, Marjunet mengaku meningkatkan staf di titik yang perlu diwaspadai.

"Dalam hal ini ada dua tempat yakni Bandara Radin Inten II dan Pelabuhan Panjang, dari yang biasa 5 orang menjadi 10 hingga 15 orang," bebernya.

Kata Marjunet, penambahan ini dilakukan dengan melakukan ploting staf.

"Kami pindahkan sebagian staf seperti di Bakauheni ke Panjang, karena kami anggap Bakauheni hanya melayani domestik," sebutnya.

Selanjutnya, Marjunet menuturkan peralatan penanganan orang patut diobservasi sudah dilengkapi.

"Ambulans dengan mini ICU dan mobile ICU sudah kami siapkan, jadi kalaupun ada orang patut diobservasi kami masukkan ke isolation camber dan dibawa menggunakan ambulans ke RS yang ada ruang isolasi," tandasnya.(Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved