Fakta Terbaru Penangkapan Terduga Teroris di Riau oleh Tim Densus
Banyak pihak mempertanyakan bagaimana caranya WF bisa menumpang kapal Tug Boat penarik kapal ponton pengangkut kayu itu.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Satu persatu misteri penangkapan seorang terduga teroris di Desa Tolam, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror (AT) pada Kamis (6/2/2020) sore lalu, mulai terungkap.
Pelaku berinisial WF itu terpaksa ditembak mati lantaran melakukan perlawanan kepada petugas saat hendak ditangkap.
Pria berusia 29 tahun itu melemparkan bom pipa ke petugas hingga melukai polisi saat disergap di perairan Teluk Mundur Sungai Kampar.
Jenazah terduga teroris itu langsung dibawa ke darat dan diangkut ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.
Banyak pihak mempertanyakan bagaimana caranya WF bisa menumpang kapal Tug Boat penarik kapal ponton pengangkut kayu itu.
• 22 Ton Masker Diekspor Efek Corona, YLKI Minta Dugaan Penimbunan Masker Diusut
• 5 Ribu Turis China Terdampar di Bali Imbas Virus Corona
• Di Hadapan Kader Gerindra Prabowo Subianto Beber Alasan Gabung Pemerintahan Jokowi
• Kivlan Zein Sebut Anggota Densus 88 Bunuh Pengawal Prabowo Dibalas di Pemakaman
• Anggota Densus 88 Duel dengan Terduga Teroris di Jambi, Bripda Saud Tumbang
Padahal pelaku merupakan teroris dari daerah Jambi. Pelaku anggota jaringan Jama'ah Ansharut Daulah yang kabur dari daerahnya dan menjadi buronan selama ini
Berdasarkan penelusuran Tribun Pekanbaru, ternyata tug boat tersebut milik keluarga dari seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan bernama Muswardi.
Keluarga politisi dari Partai Kesatuan Bangsa (PKB) ini memiliki kapal ponton pengangkut kayu yang dikontrak oleh sebuah perusahaan.
Ketika dikonfirmasi, Muswardi mengaku belum mengetahui kejadian tersebut.
Anggota Komisi ll DPRD Pelalawan ini akan mencari kebenarannya setelah pulang dari kampung, karena ia sedang mengikuti Kunjungan Kerja (Kunker) ke luar daerah bersama rekannya sejawat.
"Belum tahu juga. Nantilah dicek setelah pulang. Sekarang kami di lagi di Jakarta," terang Muswardi.
Tribun kembali mencari identitas nahkoda Tug Boat tersebut. Belakangan diketahui jika tekong, sebutan lain nahkoda, bernama Arizal (48).
Saat dihubungi, Arizal membenarkan semua kejadian penangkapan teroris yang terjadi di perairan Sungai Kampar dekat dengan SP 2 Kelurahan Pelalawan yang disebu sebagai Teluk Mundur.
Pelaku diberondong peluru oleh petugas karena tidak mau menyerahkan diri meski telah diberikan peringatan oleh polisi.
Pelaku malah melawan petugas dengan melemparkan bom yang dibawa di dalam tasnya, hingga melukai polisi.