Kebakaran di Pringsewu
Siswa SMK Yasmida Terpaksa Praktik di Luar Kelas Akibat Kebakaran
Kebakaran ruang generator set SMK Yasmida berimbas pada kegiatan lainnya di sekolah tersebut.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Kebakaran ruang generator set (genset) SMK Yasmida berimbas pada kegiatan lainnya di sekolah tersebut.
Diantaranya yakni kegiatan praktik bengkel TKRO (Teknik Kendaraan Ringan Otomotif).
Kepala SMK Yasmida Heri Susanto mengatakan jaringan listrik terputus.
Selain itu ruang bengkel praktik otomotif tersebut terimbas asap panas.
"Akibatnya kaca ada yang pecah dan beberapa alat ada yang meleleh karena suhu panas," tukasnya, Senin, 17 Februari 2020.
• Kebakaran di SMK Yasmida Pringsewu Diduga Akibat Korsleting Genset
• BREAKING NEWS Gedung Praktik SMK Yasmida Pringsewu Terbakar, Ledakan Bikin Seisi Sekolah Gempar
• KPK Bawa 3 Koper Berkas Dakwaan 4 Tersangka Fee Proyek, Berkas Agung Ilmu Paling Tebal
• Bupati Nonaktif Lampung Utara Akan Huni Blok Mapenaling di Rutan Way Huwi Selama Seminggu
Saat ini ruang praktik dan ruang genset yang terdampak kebakaran sedang dipasang police line.
Oleh karena itu lah, menurut dia, kedepan praktik siswa sementara dilaksanakan di luar ruangan.
Kebetulan sejumlah alat banyak yang diselamatkan dari kebakaran.
Heri mengungkapkan, yang digunakan untuk praktik bengkel tersebut teras yang ada di depan ruang bengkel.
Kebetulan di lokasi tersebut terdapat atap, yang tadinya terpakai untuk parkir mobil.
Diketahui jumlah siswa di SMK Yasmida mencapai 1200 orang.
Dari jumlah ribuan siswa tersebut mengambil jurusan yang berbeda-beda.
"Kalau bengkel yang lain nggak masalah, masih bisa jalan. Tapi kalau bengkel lain terkendalanya masalah listrik seperti jurusan TKJ, animasi dan multimedia," tuturnya.
Kerugian Ditaksir Rp 205 Juta
Kebakaran di gedung praktik SMK Yasmida diketahui tidak menimbulkan korban jiwa.
Namun beberapa alat pendukung praktik siswa di sekolah tersebut tidak terselamatkan.
Seperti mesin genset, kompresor, kapasitor bank dan gedung.
Akibat hal ini total kerugian ditaksir Rp 205 Juta.
"Terhitung kerugiannya mencapai Rp 205 juta," tukas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pringsewu Sugeng Pramono mewakili Kepala BPBD Pringsewu Edi Sumber Pamungkas, Senin 17 Februari 2020.
Diduga Akibat Korsleting Genset
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pringsewu Sugeng Pramono menduga kebakaran di gedung praktik SMK Yasmida akibat korsleting generator set (genset).
"Dugaan sementara sumber api kebakaran tersebut akibat genset yang ada di gedung praktik siswa SMK Yasmida," kata Sugeng mewakili Kepala BPBD Pringsewu Edi Sumber Pamungkas kepada Tribunlampung.co.id, Senin 17 Februari 2020.
Ia menambahkan tim damkar bergerak cepat setelah mendapat informasi peristiwa kebakaran.
"Saat kami tiba di lokasi kejadian api sudah menjalar di ruangan genset di gedung praktik siswa SMK Yasmida," ungkap Sugeng.
Kendati begitu, kata dia, api telah dilokalisir sehingga tidak menjalar ke gedung lainnya di lingkungan sekolah tersebut.
Dalam kejadian kebakaran ini diketahui tidak ada korban jiwa.
Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Pringsewu.
Kali ini kebakaran di SMK Yasmida Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu, Senin 17 Februari 2020 terjadi sekitar pukul 06.45 WIB.
Tepatnya di gedung praktik siswa.
Peristiwa kebakaran tersebut sempat membuat gempar seisi sekolah dan warga sekitar.
Pasalnya ketika tim BPBD Pringsewu mencoba memadamkan api di gedung praktik justru timbul ledakan keras.
"Akhirnya kami berkoordinasi dengan PLN, untuk pemadaman listrik," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pringsewu Sugeng Pramono.
Setelah listrik padam, lantas petugas gencar memadamkan api.
Sehingga tidak berselang lama api pun padam.
Namun beberapa alat pendukung praktik siswa di sekolah tersebut tidak terselamatkan.
Seperti mesin genset, kompresor, kapasitor bank dan gedung.
Rumah Terbakar Saat Seluruh Penghuninya Pergi Melayat ke Liwa
Sebuah rumah di Perum Bukit Kemiling Permai, Blok S, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung hangus dilalap api saat semua penghuninya tidak berada di lokasi.
Hal tersebut dikatakan anak korban, Mahatma (19) saat ditemui Tribunlampung.co.id, Sabtu (25/2/2020).
Mahatma mengatakan, ia beserta keluarganya sedang berada di Liwa, Lampung Barat.
Hal itu lantaran keluarganya ada yang meninggal dunia.
"Bibi saya meninggal. Jadi, kami sekeluarga pergi melayat," ujarnya.
Mendengar kabar tersebut, mereka segera menuju ke Liwa, Lampung Barat.
Mereka berangkat sekitar pukul 10.00 WIB pada hari kejadian.
Tetapi sekitar pukul 22.00 WIB, mereka diberi kabar oleh tetangga melalui pesan singkat WhatsApp.
Kabar tersebut menyatakan bahwa rumah korban terbakar.
"Dengar kabar itu, kami segera bertolak kembali ke Bandar Lampung, dan tiba sekitar jam 03.00, saat api sudah padam," tutupnya. (Tribunlampung.co.id/Robertus Didik Budiawan Cahyono)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/gedung-praktik-smk-yasmida-pringsewu-terbakar-a.jpg)