Tribun Lampung Selatan

Perlancar Akses Keluar Masuk Tol Lampung, PT Hutama Karya Akan Tambah Pintu Tol Kota Baru

PT Hutama Karya Tol cabang ruas Bakauheni–Terbanggi Besar menambah pintu di simpang susun Kota Baru, Jatiagung.

Perlancar Akses Keluar Masuk Tol Lampung, PT Hutama Karya Akan Tambah Pintu Tol Kota Baru
tribunlampung.co.id/noval andriansyah
Ilustrasi Gerbang Tol Kota Baru - Perlancar Akses Keluar Masuk Tol Lampung, PT Hutama Karya Akan Tambah Pintu Tol Kota Baru. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – PT Hutama Karya Tol cabang ruas Bakauheni–Terbanggi Besar menambah pintu di simpang susun Kota Baru, Jatiagung.

Penambahan pintu ini karena arus kendaraan yang masuk dan keluar melalui interchange Kota Baru cukup ramai.

“Memang untuk pintu interchange di Kota Baru ada penambahan 2 unit. Ada 3 gardu untuk masuk tol dan 3 untuk keluar dari tol,” kata Hanung Hanindito, Kepala Cabang PT. Hutama Karya Tol cabang ruas Bakauheni–Terbanggi Besar, Rabu (19/2/2020).

Menurut dirinya, sebagian besar pengguna tol dari Bakauheni dan juga dari Palembang yang hendak ke Lampung, keluar dari pintu tol Kota Baru.

Karena pintu tol ini, langsung menuju Kota Bandar Lampung.

Razia Over Dimensi dan Over Loading, 19 Kendaraan Dilarang Masuk Tol Bakauheni

Dapat Nilai 370, Peserta Tes SKD CPNS 2019 di Bandar Lampung Hampir Dipastikan Gagal, Kok Bisa?

Coba Melawan Petugas, Terduga Pembunuh Agus Dapat Hadiah Timah Panas dari Polisi

PT Hutama Karya Catat Ada 117 Kasus Lakalantas di Tol Lampung Selama 2019, 40 Persen karena Ngantuk

“Kendaran yang keluar dan masuk dari pintu tol Kota Baru ini lebih ramai dari pintu tol lainnya. Baik dari Palembang yang hendak ke Lampung, dan juga dari Bakauheni banyak yang keluar lewat pintu tol Kota Baru,” ujar Hanung.

Sementara untuk membatasi kendaraan yang ODOL (over dimensi dan over loading) melintas di jalan tol, PT. Hutama Karya Tol cabang Bakauheni–Terbanggi Besar, akan memasang alat WIM (Weight in Motion).

Sistem ini untuk mendeteksi kendaraan barang yang melanggar berat muatan dan dimensi (panjang).

“Kita sudah memasang alat untuk mendeteksi kendaraan barang yang melanggar ODOL (over dimensi dan over loading) di pintu tol Bakauheni Selatan,” ujar Hanung Hanindito, selasa (18/2/2020).

Rencananya, kata dia, pada pekan ini penggunaan alat WIM di pintu tol Bakauheni Selatan akan dilakukan uji coba.

WIM merupakan alat sensor yang memiliki daya tahan tinggi dan berfungsi pada aplikasi sistem penimbangan kendaraan.

Di mana kendaraan yang sedang ditimbang tidak perlu menghentikan kecepatannya.

Sensor WIM ini berbasis Quartz yang merupakan sensor piezoelectric yang bersifat dinamis, yaitu memiliki  respon yang cepat (high response).

Karenanya, sensor ini digunakan untuk menimbang kendaraan yang sedang berjalan. (Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved