Respon Jokowi Dapat Tawaran Obat Penggemuk Badan

Pada kesempatan itu Presiden Jokowi bercerita mendapat iklan yang berulang-ulang di akun media sosialnya.

Editor: martin tobing
Tribunnews/JEPRIMA
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin beserta Jusuf Kalla pada acara Sidang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Masa Jabatan 2019-2024 di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (20/10/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID -  Presiden Joko Widodo membuat ratusan orang tertawa lepas saat menjadi keynote speaker pada acara Indonesia Digital Economy Summit 2020 di The Ritz Charlton, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Pada kesempatan itu Presiden Jokowi bercerita mendapat iklan yang berulang-ulang di akun media sosialnya.

Jokowi mengaku sering dibombardir oleh iklan yang muncul di kolom komentar media sosialnya.

Iklan yang dia maksud adalah iklan obat-obatan. Mulai dari obat peninggi badan, obat pemutih kulit, hingga obat penggemuk badan.

"Saya melihat ini sebagai sebuah kreativitas. Di Instagram saya banyak yang menawarkan obat penggemuk badan," tutur Jokowi.

"Ini apa? Saya berpikir ini laku atau tidak, tapi karena marketing begitu gencar pasti laku. Entah benar-benar atau tidak barangnya," sambung Jokowi.

Citra Kirana Hamil, Istri Rezky Aditya Perlihatkan Hasil Testpack di Kamar Mandi

VIDEO Jokowi Bilang Ibu Kota Baru Tak Banjir dan Macet

Bandara Radin Inten II Tetap Layani Jemaah Umrah, Manajer Humas: Kami Sesuai Regulasi

Enggan Tanggapi Awak Media, Hendra Wijaya Bungkam Seusai Divonis 30 Bulan Penjara

Cerita Jokowi sukses memancing tawa. Para pelaku usaha start up dan ekonomi digital yang hadir di ruangan tersebut tertawa.

Joko Widodo mengatakan fenomena iklan seperti itu menunjukkan seni berjualan para pelaku usaha di ruang media sosial semakin tak terbendung dan kreatif.

Menurut Jokowi hal tersebut membuat potensi di dalam harus dimanfaatkan karena pengguna internet di Indonesia mencapai 171 juta jiwa.

Jokowi mengatakan ekosistem start up Indonesia adalah yang teraktif di Asia Tenggara dan teraktir kelima di dunia.

Jokowi mengatakan pelaku usaha digital tidak hanya memiliki marketplace besar yang sudah berstatus unicorn atau decacorn.

Kegiatan usaha bisa dilakukan melalui media sosial yang menjadi kebutuhan masyarakat seperti Facebook, Instagram, hingga WhatsApp.

Jokowi melihat dan yakin ada banyak lapak penjual berseliweran di media sosial. Mereka menawarkan berbagai produk kebutuhan sehari-hari.

Ada yang menjual makanan, pakaian, obat peninggi badan, hingga krim pemutih kulit.

Jokowi memastikan pemerintah terus membangun infrastruktur demi menunjang perkembangan ekonomi digital.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved