Kisah Amir Penjual Sayur Keliling yang Jadi Sarjana, Pagi Jual Sayur, Sore Jual Pisang di Pasar
"Hasil jualan sayur keliling tidak menentu. Kadang dapat Rp 70.000, Rp 75.000. Kalau ramai bisa dapat Rp 100.000. Ada yang mengutang juga," ungkap Ami
Setelah pulang berjualan sayur keliling, Amir tidak langsung beristirahat. Dia masih mencari pekerjaan tambahan yaitu menjual pisang ke pasar. Pisang itu dia beli dari warga desa setelah masak dia jual lagi ke pasar.
"Hasil jualan sayur keliling tidak menentu. Kadang dapat Rp 70.000, Rp 75.000. Kalau ramai bisa dapat Rp 100.000. Ada yang mengutang juga," ungkap Amir.
Amir bangga perjuangannya selama ini terbayar dengan menyandang status sarjana pendidikan.
DIa bercita-cita menjadi seorang guru sekaligus pengusaha. Cita-cita itu sudah lama dia impikan karena ingin menularkan semua ilmu kewirausahaan yang dijalani kepada masyarakat luas.
"Saya punya keinginan mengajar. Karena cita-cita saya dari dulu. Saya juga punya keinginan bisnis. Supaya bisa menyalurkan jiwa wirausaha saya kepada anak-anak," tutur dia.
Lebih jauh, Amir berpesan kepada generasi muda sekarang untuk tidak malu dan memandang apapun pekerjaan yang dimiliki.
Justru dengan pekerjaan itu bisa dijadikan sebagai motivasi demi memperoleh cita-cita yang diimpikan. "Intinya itu ora wedi rekoso, lan ora gengsi (tidak takut susah dan tidak gengsi)," kata pria kelahiran 8 September 1992. (Artikel ini telah tayang di Kompas.com)