Kisah Sukses Mahasiswa Unila Ciptakan Sabun dari Kulit Pisang
Mahasiswa Universitas Lampung, Desi Permata Sari dan kawan-kawan, berhasil menciptakan sabun organik dari kulit pisang.
"Tujuannya supaya dilirik pasar. Sampai akhirnya tim mendapatkan dana hibah Kementerian Ristekdikti untuk mengembangkan riset dan usaha hingga berguna di masyarakat. Inovasi ini juga memenangkan sejumlah penghargaan. Akhirnya, produk sabun kulit pisang ini diminati hingga pasar di Pulau Jawa," kata dia.
Tim peneliti lainnya, Nita Pita Sari mengatakan pemasaran produk sabun dimulai pada tahun 2018.
Pemasaran bermula di lingkungan fakultas Teknik Unila dengan target mahasiswa, dosen, karyawan dan staf di sana.
"Sabun organik ini kami beri nama Herbal Tekila Soap. Nama ini sudah kami daftarkan di HAKI dan sudah memiliki standar nasional," jelas Nita.
Dosen pembimbing penelitian Dr Eng Dewi Augustina A Iryani mengatakan, dana hibah yang didapatkan merupakan tanggung jawab yang besar untuk keberlangsungan pengembangan produk bisnis ini. Mulai dari riset pengembangan produk, riset pasar, marketing, pengelolaan dan pengembangan SDM.
Hal yang paling penting adalah memberikan pengaruh sosial maupun ekonomi kepada masyarakat, khususnya di Lampung.
Dewi berharap kulit pisang di Lampung tidak lagi menjadi limbah, namun dapat dijadikan berbagai macam produk inivasi dan dapat diterima di seluruh Indonesia bahkan dunia.
Dengan demikian, Provinsi Lampung memiliki SDA yang berpotensi bisnis. (tribunlampung.co.id/debby rizky susilo)