Kasus Virus Corona di Lampung
Kadiskes Lampung Pastikan Pasien Dalam Pengawasan Virus Corona di Metro Sudah Membaik
Diskes Lampung memastikan, pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona yang dirawat di RSUD Ahmad Yani, Metro, kondisinya sudah membaik.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Noval Andriansyah
"Tracking (pelacakan) dilakukan kalau sudah ada konfirmasi hasil positif, tetapi pasien dalam pengawasan sudah dilist," terus Reihana.
1.823 Orang Masuk ODP, 2 Orang Pasien Dalam Pengawasan
Sebelumnya, sebanyak 1.823 warga Lampung masih masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) oleh Dinas Kesehatan Lampung, terkait dengan virus corona atau Covid-19.
Berdasarkan siaran pers resmi Diskes Lampung, Kadiskes Lampung Reihana mengatakan, sampai 14 Maret 2020, total ODP mencapai 4.822 orang.
Pemantauan, kata Reihana, dilakukan sejak 27 Januari 2020.
Dari total 4.822 ODP tersebut, sebanyak 2.999 orang telah selesai pemantauan dan dinyatakan sehat.
Sementara sebanyak 1.823 orang, kata Reihana, masih masuk dalam ODP.
"Ada 2 orang yang masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) yang saat ini mendapatkan perawatan intensif di RSUDAM, Bandar Lampung dan RSUD Ahmad Yani, Metro," kata Reihana, Minggu (15/3/2020) malam.
"Besok (Senin) data ini juga akan disampaikan saat rapat dengan Pak Gubernur (Arinal Djunaidi), dan tidak ada data yang ditutupi," ucap Reihana.
Reihana meminta, agar istilah ODP dan PDP menjadi perhatian bagi awak media.
"Mohon menjadi perhatian istilah ODP dan PDP ini, karena untuk mengumumkannya (ke masyarakat) harus dengan penjelasan, agar masyarakat tidak panik," jelas Reihana.
Untuk pasien yang masuk kategori PDP, lanjut Reihana, masih harus menunggu pemeriksaan laboratorium yang dikirimkan ke Litbangkes di Jakarta dan hasilnya akan dikirimkan ke Kemenkes.
Nantinya, terus Reihana, jubir Pemerintah Indonesia untuk penanganan virus corona yang akan menyampaikan ke publik hasilnya.
"Jadi, untuk saat ini diimbau agar masyarakat tenang dan tidak panik, dan kita semua berdoa semoga Provinsi Lampung tidak ada pasien positif Covid-19," harap Reihana. (Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)