Breaking News:

Kasus Corona di Indonesia

283 Jenazah Dimakamkan Sesuai Prosedur Pasien Virus Corona, Suara Gubernur Jakarta Mendadak Bergetar

Saat sampaikan data korban dimakamkan sesuai protokol pemulasaran jasad pasien virus corona atau Covid-19, suara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan..

Tangkapan layar YouTube
Ilustrasi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. 283 Jenazah Dimakamkan Sesuai Prosedur Pasien Virus Corona, Suara Gubernur Jakarta Mendadak Bergetar. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan data mengenai jumlah korban meninggal dunia, yang harus dimakamkan sesuai protokol pemulasaran jasad pasien virus corona atau Covid-19.

Saat menyampaikan data tersebut, suara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendadak bergetar.

Anies menyebutkan, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta mencatat 283 jasad dikebumikan kurang dari 4 jam selepas wafat.

Jenazah dibungkus plastik, menggunakan peti, dan petugas pemakamannya mengenakan alat pelindung diri (APD).

Data itu dicatat dalam kurun waktu tak sampai sebulan, yakni pada rentang 6-29 Maret 2020.

Perawat Terinfeksi Virus Corona di Jawa Tengah Setelah Layani Pasien Batuk, Ceritakan Nasibnya Kini

UPDATE: 1.414 Pasien Positif Virus Corona di Indonesia hingga 30 Maret 2020, Sehari Tambah 129 Kasus

Perwira TNI AU Terinfeksi Corona, Kolonel Penerbang Meninggal Setelah Dirawat Satu Minggu

Presiden Jokowi Minta Apotek dan Toko Sembako Tetap Buka Jika Darurat Sipil Dijalankan

"Ini menggambarkan bahwa situasi di Jakarta terkait dengan Covid-19 amat mengkhawatirkan. Karena itu saya benar-benar meminta kepada seluruh masyarakat Jakarta, jangan pandang angka ini sebagai angka statistik," ujar Anies Baswedan dalam konferensi pers di Bakai Kota, sebagaimana dilansir Kompas.com, Senin (30/3/2020).

"(Data) 283 itu bukan angka statistik. Itu adalah warga kita yang bulan lalu sehat. Yang bulan lalu bisa berkegiatan," imbuh dia, dengan suara bergetar.

"Mereka punya anak, mereka punya istri, mereka punya saudara, dan ini semua harus kita cegah pertambahannya."

Anies bilang, belum tentu semua jasad yang dimakamkan itu merupakan pasien Covid-19.

Sebagian mungkin masih berstatus suspect (dicurigai) Covid-19 karena belum dites atau hasil tes belum rilis saat meninggal.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved