Kasus Corona di Lampung

Gratis Bayar Listrik 3 Bulan, PLN Distribusi Lampung Tunggu Juklak dari Pusat

"Sampai sekarang kami belum dapat juklak dari pusat, jadi pelaksanaan itu (gratis bayar listrik) belum (bisa) kami lakukan, dan masih statmen awal."

Penulis: hanif mustafa | Editor: Noval Andriansyah
PLN via kompas.com
ILustrasi - Logo PLN. Gratis Bayar Listrik 3 Bulan, PLN Distribusi Lampung Tunggu Juklak dari Pusat. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pemerintah pusat akan memberikan pembebasan dan diskon tarif listrik sebagai bantuan atas dampak pandemi virus corona atau Covid-19.

Hal ini disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan masa pembebasan dan diskon tarif untuk tiga bulan ke depan yakni April, Mei dan Juni 2020.

Menanggapi hal tersebut, Manager Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Lampung, Junarwin belum bisa menyampaikan mekanisme pemberian subsidi tersebut.

"Sampai sekarang kami belum mendapat juklak dari pusat, jadi pelaksanaan itu (gratis bayar listrik) belum (bisa) kami lakukan, dan masih statmen awal," kata Junarwin, Selasa (31/3/2020).

Jokowi: Gratis Bayar Listrik untuk 3 Bulan

Masalah Sepele, Kakek 75 Tahun Bacok Tetangganya 6 Kali, Korban Terkapar di Jalanan

4 Pasien Positif Virus Corona di Lampung Akan Diisolasi di RSBNH, Kadiskes: Kondisi Umum Stabil

PLN Siagakan Personel Hadapi UNBK, Jaga Pasokan Listrik Selama Ujian

"Apakah nanti akan terus (pemberian subsidi) atau seperti apa, kami belum bisa berkomentar banyak, karena belum ada (arahan) dari pusat," sebutnya.

Junarwin menjelaskan, pihaknya tidak bisa langsung menerapkan kebijakan ini, lantaran sistem PLN tidak seperti pemerintah daerah.

"Kami (bersifat) vertikal, beda dengan pemerintah daerah yang otonomi daerah, sehingga semua kegiatannya (menunggu) juklak dari pusat," terangnya.

Kendati demikian, Junarwin menyambut baik hal tersebut, dengan harapan bisa memberikan keringan beban bagi masyarakat yang terdampak virus corona, hingga akhirnya perekonomian lesu.

Disinggung soal jumlah pelanggan 450 VA dan 900 VA, Junarwin belum bisa menyampaikan secara rinci.

"Tapi jumlah pelanggan 450 VA itu masih banyak, ada sekitar kurang lebih 30 persenan (dari total pelanggan PLN), kalau 900 VA lebih banyak, bisa mencapai 40 persenan sekitar dan sisanya tarif industri serta di atasnya," sebutnya.

Junarwin menambahkan, untuk pencatatan meteran listrik saat ini para pelanggan diminta untuk melakukan pencatatan secara mandiri dan dikirim melalui pesan Whatsapp.

"Untuk sementara kami minta seperti itu (pencatatan mandiri), ini untuk kegiatan sosial distancing dan physical distancing, karena tujuannya untuk menekan penyebaran Covid-19," ucapnya.

"Karena, kami tidak tahu, siapa atau petugas kami di dalam perjalanan, dia membawa dan menjadi penyebar (virus) makanya kami minta untuk melakukan secara mandiri," tandasnya.(Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved