Tribun Pringsewu

Cuaca Buruk, Pencarian Korban Tenggelam di Way Sekampung Dilanjutkan Besok

Pencarian jasad korban tenggelam di aliran Sungai Way Sekampung, Pekon Way Kunyir, Kecamatan Pagelaran Utara, Pringsewu dihentikan untuk sementara.

Tayang:
Dok BPBD Pringsewu
Petugas BPBD Pringsewu menelusuri Sungai Way Sekampung untuk mencari korban tenggelam, Kamis (2/4/2020). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PAGELARAN - Pencarian jasad korban tenggelam di aliran Sungai Way Sekampung, Pekon Way Kunyir, Kecamatan Pagelaran Utara, Pringsewu dihentikan untuk sementara, Kamis (2/4/2020).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pringsewu Sugeng Purnomo mengatakan, pencarian tidak memungkinkan dilanjutkan pada malam hari.

"Belum (ditemukan). Dilanjutkan besok karena cuaca tidak mendukung," ungkap Sugeng ketika dihubungi Tribunlampung.co.id, Kamis petang.

Dia menambahkan, saat pencarian korban, medan jalan sangat sulit karena rutenya terjal.

Warga Pringsewu Tenggelam di Sungai Way Sekampung, BPBD Terjunkan 10 Personel Cari Jasad Korban

Daftar Korban Tenggelam Susur Sungai di Yogyakarta Tambah 1 Orang, Total 9 Siswa Meninggal Dunia

Pasien Positif Corona di Lampung Bertambah 3, Ada dari Lampung Barat dan Lampung Tengah

Ada Pasien Positif Corona, Lampung Barat Siap Berlakukan Local Lockdown

Selain itu, arus air di sungainya deras disertai hujan.

Dalam pencarian tersebut, BPBD bekerja sama dengan Basarnas, kepolisian, dan masyarakat.

Diberitakan sebelumnya, seorang warga Pekon Way Kunyir, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu dikabarkan tenggelam di aliran Sungai Way Sekampung, Kamis (2/4/2020).

Sugeng Purnomo membenarkan informasi tersebut.

Pihaknya menerjunkan 10 personel untuk mencari jasad korban bernama Dedi Irawan (30), warga Dusun Way Jurak, Pekon Way Kunyir, Kecamatan Pagelaran Utara.

"Lokasi aliran sungainya berbatasan dengan Kabupaten Tanggamus, nyeberang sungai sudah Tanggamus," kata Sugeng.

Dia menceritakan, Dedi merupakan seorang pemancing.

Kamis pagi, Dedi bersama rekannya hendak mengangkat pancing yang ditajur sejak Rabu (1/4/2020) sore di seberang sungai.

Setelah melihat tajur pancing di seberang, korban hendak pulang kembali.

Namun, korban kehabisan napas.

"Karena korban tidak bisa berenang, lalu hanyut terbawa arus sungai," ungkapnya.

Sugeng mengatakan, rekan korban yang melihat kejadian tersebut memberi tahu masyarakat untuk meminta bantuan.

Selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsubsektor Pagelaran Utara. (Tribunlampung.co.id/Robertus Didik B)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved