Video Berita

Video Lebih Dekat dengan Iin Muthmainah, Maestro Dongeng asal Lampung

Video YouTube Iin Muthmainah adalah maestro dongeng asal Lampung. Bersama sang suami, Iin Muthmainah kemudian membentuk Komunitas Dongeng Dakocan.

Penulis: Wahyu Iskandar | Editor: Daniel Tri Hardanto

Para orang tua enggan membacakan dongeng untuk anaknya karena keterbatasan waktu atau tidak tahu bagaimana cara untuk memulainya.

Sedangkan di sisi lain anak-anak saat ini dimanjakan dengan gadget dan perangkat elektronik lain.

Hal ini membuat dongeng semakin tersingkir.

Padahal, banyak hal penting yang bisa didapatkan hanya melalui dongeng.

Pertama, bekal hidup.

Iin mengaku, dongeng adalah media yang sangat unik.

Ia mampu memberikan nasihat tanpa terlihat seperti sedang menasehati, dan menyindir tanpa terkesan menyindir.

Nilai-nilai dan nasihat yang ada dalam dongeng kemudian akan mengendap di alam bawah sadar anak dan menjadi bekal dalam hidup anak-anak.

Implementasi nilai tersebut memang tidak bisa dilihat saat itu juga, melainkan menjadi radar pengingat di masa-masa yang akan datang.

Kedua, mempererat bonding dengan anak.

Dongeng adalah proses penyampaian cerita dari orang tua atau orang yang lebih tua kepada anak.

Hal ini memungkinkan terciptanya suasana kekeluargaan yang erat dari komunikasi-komunikasi yang terjalin.

Ketiga, menstimulus anak untuk lebih aktif.

Tayangan-tayangan televisi atau gadget memang sangat praktis untuk disajikan ke hadapan anak.

Namun, hal itu hanya akan membuat anak menjadi pasif, hanya menerima pesan-pesan yang disampaikan secara mentah.

Hal ini berbeda dengan dongeng yang bisa menstimulus anak untuk lebih aktif dengan mengajukan pertanyaan dan terbangun rasa empatinya.

Keempat, membangun daya imajinasi anak.

Mendongeng erat kaitannya dengan imajinasi.

Anak yang didongengkan akan lebih kaya daya imajinasinya dan lebih kreatif.

Harapannya, di masa depan ketika anak sedang berada dalam situasi terjepit, ia tumbuh menjadi pribadi yang tidak mudah putus asa dan selalu punya jalan keluar.

Pendongeng untuk Anak-Anaknya

Sukses berkelana menjadi pendongeng terkenal, Iin tidak pernah absen menjadi pendongeng hebat bagi anak-anaknya.

Masing-masing dari keempat anaknya selalu diberi asupan dongeng hingga berusia enam tahun.

Iin mengungkapkan merasakan langsung dampak positif dongeng dalam tumbuh kembang anak-anaknya.

Mereka tumbuh menjadi pribadi yang kritis dan memiliki kemampuan verbal yang lebih baik dibanding anak-anak seusianya.

Bicaranya fasih dan tidak cedal.

Biodata

  • Nama: Iin Muthmainah, S.P.
  • TTL: Plaju, 24 April 1977
  • Hobi: Membaca, Menulis, dan Jalan-Jalan
  • Alamat: Kemiling, Bandar Lampung
  • Suami: Ir Ivan Sumantri Bonang

Anak:
1. Nada Khalisha Syifa Fadhilla
2. Luthfiyya Dyah Rhainaratri
3. Bhre Aryo Imaduddin Dzaky Bonang
4. Ken Jisnu Pranaja Prabaswara Bonang

Filmografi

  1. Anak Alang-Alang (2012)
  2. Sahabat Alam (2013)
  3. Perempuan di Seberang Meja (2014)
  4. Agus dan Agus (2015)
  5. How Can I Help You (2015)
  6. Run Boy Run (2017)
  7. Maaf Salah Kubur, Cinta, Isyarat dan Whatshap, My Little Angel (2018)
  8. Promise (2019)

Prestasi

  1. Pemenang Lomba Pembacaan Puisi Tingkat SMA se-Provinsi Lampung (1993-1995)
  2. Pemenang I Lomba Baca Puisi Tingkat Mahasiswa dan Umum se-Provinsi Lampung )1995-1998)
  3. Pemenang Lomba Baca Puisi Mahasiswa Tingkat Nasional (PEKSIMINAS III Jakarta 1995 dan Peksiminas VI Bandung 1997)
  4. Pemenang II Lomba Baca Puisi Tingkat Mahasiswa dan Umum se-Indonesia Ikatan Pencinta Retorika Indonesia tahun 1996
  5. Nominasi Sutradara Terbaik Liga Teater Pelajar Lampung Naskah Perempuan-Perempuan Kesepian karya Frederico Garcia Lorca (2002)
  6. Pemeran Pendukung Wanita Terbaik Festival Film Indie Dharmajaya (2013)
  7. Finalis Lomba Baca Puisi Festival Hari Puisi Indonesia ke II, Jakarta (2014)
  8. Penyaji Dongeng dalam Festival Dongeng Internasional bersama AYO Dongeng Indonesia, Jakarta (2015)
  9. Pemenang Terbaik I Sayembara Pendidik Inspiratif Indonesia Penyelenggara FIFASTRA dan Rumah Perubahan Prof. Rhenald Kasali (Jakarta, Oktober 2015)
  10. Menggagas Gerakan Nasional Pencanangan Hari Dongeng Tanggal 28 November Nasional Bersama Forum Dongeng Indonesia (November 2015).

Kepenulisan dan Karya

  1. Membukukan karya puisi dalam Festival Januari Dewan Kesenian Lampung (1995)
  2. Membukukan karya puisi dalam antologi bersama Dari Bumi Lada kumpulan Puisi Penyair Se-Sumatera, Jawa, dan Bali (1996)
  3. Membukukan karya puisi dalam antologi bersama Menikam Senja Membidik Cakrawala UKMBS Unila (1997).
  4. Sutradara dan penulis Naskah pada beberapa lakon anak (2006 SD 2010)
  5. Beberapa karya cerita anak dan puisi dimuat pada media cetak lokal maupun luar daerah seperti Lampung Post dan Riau Post (1996-2000)
  6. Antologi puisi bersama para Penyair penemuan asal Lampung di Rumah Tanka dengan judul "7 Carik Perca" (2017).

(Tribunlampungwiki.com/Kiki Novilia)

Videografer Tribunlampung.co.id/Wahyu Iskandar 

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved