Tribun Bandar Lampung
Terekam CCTV, Pencuri Pecah Kaca Mobil di Bandar Lampung Gasak Uang Rp 70 Juta
Kali ini, dua pelaku berhasil menggondol uang Rp 70 juta di Jalan Ikan Kerapu, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Selatan, Rabu (8/4/2020).
Penulis: hanif mustafa | Editor: Daniel Tri Hardanto
Korban yang mengetahui bahwa ban mobil korban kempes kemudian berhenti dan mengganti ban mobilnya di depan terminal kota Muaraenim yang posisinya saat itu sedang ramai.
Diduga keramaian itu mengurungkan niat pelaku untuk mengeksekusinya di depan terminal.
Kemudian lanjutnya setelah mengganti ban mobilnya korban yang saat itu ditemani oleh Kasi Keuangan yang sekaligus merangkap bendahara, Fauko Rahmad tersebut melanjutkan perjalanan menuju Desa Gunung Megang.
Mereka kemudian setop di depan Toko Bangunan milik Riskon yang berlokasi di desa Gunung Megang Dalam.
"Tidak menutup kemungkinan, korban sudah diintai dan diikuti oleh pelaku, dan saat korban dan Bendahara desa stop dan keduanya turun karena mau membayar utang alias bon desa di toko bangunan tersebut," kata Kapolsek.
Sementara posisi uang masih di dalam mobil yang dalam keadaan terkunci.
Tiba-tiba dari arah mobil terdengar suara alarm berbunyi dan ternyata ada dua orang yang merusak kunci mobil yang diduga menggunakan kunci T sehingga menyebabkan alarm mobil berbunyi,
Dengan secepat kilat pelaku mengambil uang dan melarikan diri ke arah palembang dengan menggunakan sepeda motor matic.
Ia juga mengatakan terkait kasus tersebut saat ini, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi baik dari pihak pemerintah desa maupun saksi-saksi di lapangan.
Polisi telah mengamankan handphone kepala desa maupun bendahara desa yang saat itu bersama mengambil uang tersebut di BSB Muaraenim.
Kemudian ada juga barang bukti lainnya yakni paku yang di tertancap di ban mobil korban.
"Sebenarnya pak kadesnya juga sedang sakit, katanya kemarin rencananya setelah mengambil uang tersebut,
ia akan berangkat ke palembang karena akan menjalani operasi, dan kemungkinan sekarang pak kadesnya sudah berangkat ke Palembang," jelasnya.
Feryanto juga mengatakan cara pelaku beraksi, para pelaku sudah profesional.
"Pada saat kejadian menurut keterangan korban dan saksi pelaku yang satu menggunakan helm