Penemuan Mayat di Bandar Lampung
Kerap Cekcok dengan Istri, Pria Garuntang Diduga Nekat Bunuh Diri karena Diminta Cerai
Tetangga dekat rumah kontrakan korban, Lina (35), mengatakan, sebelum kejadian itu Jn dan istrinya terlibat cekcok.
Penulis: joeviter muhammad | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Jn (40), warga Garuntang, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung, diduga nekat mengakhiri hidupnya lantaran masalah rumah tangga.
Tetangga dekat rumah kontrakan korban, Lina (35), mengatakan, sebelum kejadian itu Jn dan istrinya terlibat cekcok.
Saat itu, kata Lina, istrinya minta diceraikan oleh Jn.
Ribut mulut pasutri ini dipicu faktor ekonomi.
• Penemuan Mayat Pria dan Wanita Telanjang di Banyuanyar Solo, Korban Pembunuhan?
• Sering Cekcok dengan Istri, Warga Pringsewu Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kusen Pintu
• BREAKING NEWS Heboh Mayat Pria Tewas Tergantung di Pohon Kersen Kawasan Bumi Waras
• Jenazah Pria Gantung Diri di Lahan Eks Bioskop 21 Jadi Tontonan Warga
Pasalnya, Jn tak punya pekerjaan tetap alias buruh serabutan.
"Dengar-dengar istrinya ini minta cerai. Ya mungkin gak tahan. Karena dia (Jn) gak kerja. Sedangkan anak-istri butuh makan," beber Lina, Jumat (10/4/2020).
Lina awalnya tak menyangka jika pria yang tewas tergantung di pohon adalah tetangganya.
"Anaknya baru satu. Masih kecil, umuran 10 tahun," jelasnya.
Warga Garuntang
Identitas pria yang tewas tergantung di Jalan Ikan Selar RT 9 Lingkungan I Kelurahan Bumi Waras, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung, sudah diketahui.
Mayat yang pertama kali ditemukan oleh Fahmi Remas (21), Jumat (10/4/2020) sekitar pukul 15.30 WIB, ini ternyata merupakan warga Kelurahan Garuntang.
Hal ini dibenarkan oleh ketua RT setempat, Imron (58), setelah mendengar pernyataan dari tetangga korban.
"Tadi ada satu tetangganya bilang ke saya. Tinggal di kontrakan Ros belakang KUA Garuntang," ujar Imron.
Awalnya, memang tak ada yang mengetahui identitas korban.
Pasalnya, kata Imron, di saku celana maupun baju korban tak ditemukan kartu identitas diri.