Potret Polisi Ekuador Kumpulkan Lebih 700 Mayat Korban Corona
Pada Minggu (12/4/2020), Wated menulis cuitan bahwa dia dan pasukan gabungannya telah mengamankan 771 mayat dari rumah-rumah warga.
Sejatinya mereka ingin agar pemerintah setempat membantu mereka untuk menguburkan sanak saudara yang meninggal ini.
Kini pemerintah Ekuador telah mengambil alih tugas pemakaman ini.
Sebab diantaranya mengalami keterbatasan finansial untuk menguburkan jenazah.
Pada awal April lalu, Wated mengatakan bahwa kematian akibat Covid-19 diperkirakan mencapai 2.500 hingga 3.500.
Angka ini prediksi untuk Provinsi Guayas saja.
Pemerintah Dianggap Lamban
Guayaquil adalah pusat ekonomi Ekuador, dan merupakan pelabuhan utama Pasifik.
Menurut laporan France24, kota di Provinsi Guayas ini tampaknya rentan terhadap virus sejak awal.
Sebagai pusat utama, perjalanan ke dan dari Eropa-Amerika Serikat sangat intens pada Februari dan Maret.
Di sinilah kasus pertama Covid-19 di Ekuador terdeteksi pada Februari silam dari seorang wanita lansia yang kembali dari Spanyol.
Sejatinya pandemi ini diperparah oleh kelalaian pemerintah.
Ekuador dinilai sangat lambat menangani pandemi ini, menurut Daniel Simancas, seorang ahli epidemiologi di Equinox University of Technology di Quito.
"Ini mengarah pada konsekuensi yang menghancurkan yang telah kita lihat. Pihak berwenang sendiri telah meminta maaf atas kurangnya strategi dalam pengelolaan mayat, dan meramalkan apa yang dibutuhkan dalam bahan medis," kata Simancas. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul Polisi Ekuador Kumpulkan 771 Mayat di Episentrum Covid-19, Begini Penampakannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/potret-polisi-ekuador-kumpulkan-lebih-700-mayat-korban-corona.jpg)