Sederet Risiko Terlalu Banyak Konsumsi Vitamin C
Risiko terlalu banyak mengonsumsi vitamin C, kata dia, yakni dapat mengalami diare dan asam lambung.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sejak mewabahnya virus corona, salah satu suplemen yang paling banyak diburu adalah vitamin C.
Vitamin C diketahui dapat meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari virus corona.
Namun, terlalu banyak mengonsumsi vitamin C bisa berbahaya bagi tubuh.
Dokter Aldo Aprizo dari Jaya Agung Medical Center, Lampung Timur mengatakan, sebenarnya tubuh sudah memiliki imunitas.
• Sayuran untuk Tingkatkan Imun Daya Tahan Tubuh dari Virus, Tinggi Vitamin C dan Vitamin K
• Bidan Cantik Disuntik Vitamin C Sebanyak 56 Kali oleh Dokter, Ini Bahayanya
• Tips Kurangi Risiko Kena Virus Corona dan Cara Cegah Covid-19, Lengkap dengan Poster
• Bolehkah Berhubungan Intim Suami Istri di Tengah Pandemi Virus Corona? Berikut Penjelasan Ahli
Imunitas berfungsi sebagai benteng atau tentara agar tidak ada virus yang masuk ke dalam tubuh.
Salah satu cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh adalah mengonsumsi vitamin C.
Sebab, tubuh tidak bisa memproduksi vitamin C sendiri.
Namun orang yang tubuhnya sehat tidak perlu mengonsumsi vitamin C.
Cukup mengonsumsi banyak sayuran dan buah.
Sebab sayur dan buah memiliki kandungan vitamin yang alami. Salah satunya adalah vitamin C.
"Kebutuhan vitamin C tubuh dalam satu hari maksimal hanya 100 mg. Kebutuhan vitamin C itu bisa didapatkan dari sayur dan buah. Jadi tidak perlu lagi mengonsumsi suplemen vitamin C," kata Aldo, Sabtu (18/4/2020).
Artinya, vitamin C hanya dibutuhkan oleh orang yang sakit.
Selain vitamin C, daya tahan tubuh juga bisa ditingkatkan dengan minum air putih minimal delapan gelas sehari.
Aldo mengingatkan agar tidak terlalu banyak mengonsumsi vitamin C.
Risiko terlalu banyak mengonsumsi vitamin C, kata dia, yakni dapat mengalami diare dan asam lambung, yang bisa menyebabkan mual dan muntah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/dr-aldo-1.jpg)