Sidang Kasus Dugaan Suap Lampura
Kesaksian Direktur RS Handayani: 3 Tahun Dapat Proyek, Setor Fee Rp 360 Juta ke Wabup Sri Widodo
Direktur RS Handayani Kotabumi Djauhari mengaku selama tiga tahun beruntun mendapat proyek di lingkungan Dinas PUPR Lampung Utara.
Penulis: hanif mustafa | Editor: Daniel Tri Hardanto
Pada tahun 2019, Djauhari mengaku kembali mendapatkan tawaran sejumlah pekerjaan dari Sri Widodo.
"Tapi saudara saya bilang jangan ambil, karena paket pekerjaan sudah habis, nanti bermasalah. Ternyata benar, sampai sekarang paket 2018 bermasalah dan sampai sekarang tidak cair, dan 2019 saya gak dapat," tandasnya.
Rina Febrina, istri mantan Kadis PUPR Lampung Utara Syahbudin, ternyata kerap dimintai tolong oleh Endah Kartika Prajawati.
Salah satunya, Endah sering menyuruh Rina untuk membeli susu hingga popok bayi.
Hal itu diakui Endah saat menjadi saksi dalam sidang perkara dugaan suap fee proyek Lampung Utara di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandar Lampung, Rabu (22/4/2020).
Endah mengatakan, sejak Agung Ilmu Mangkunegara menjabat sebagai bupati Lampung Utara, mereka sepenuhnya tinggal di Kotabumi.
"Saya dan suami mendedikasikan waktu kami tinggal di Lampung Utara, baik pekerjaan maupun sekolah pindah ke Lampung Utara. Sehingga saya punya bayi yang kadang-kadang butuh susu dan pampers. Pas kosong di Lampung Utara, saya pernah meminta tolong orang yang di Bandar Lampung untuk dititipi kepeluan itu," beber Endah.
Orang yang dimaksud Endah adalah Rina Febrina.
"Bu Rina tinggal di Balam (Bandar Lampung), sehingga saya minta tolong. Semuanya itu saya nitip, dan sudah dibayar," terangnya.
Disinggung JPU Ikhsan Fernandi soal pemberian tas mewah dari dekan Fakultas Teknik Universitas Malahayati Bandar Lampung itu, Endah mengatakan itu merupakan hadiah ulang tahun.
"Tas mewah itu gak diserahkan ke saya langsung. Itu kaitannya ulang tahun saya pada bulan September 2019. Posisi saya di Bandar Lampung. Barang kali Bu Rina memberi kejutan ke saya, sehingga ke Kotabumi. Saya tahu dari ajudan. Dia bilang kalau saya di Bandar Lampung, tas mewah itu gak pernah sampai ke saya karena ditinggalkan di rumah. Saya tahu dari orang rumah," kata Endah.
"Terkait penerimaan saat umrah?" tanya JPU Ikhsan Fernandi.
"Saya memang pernah berangkat umrah bersama. Tapi saya lupa tahunnya, dan Bu Rina memberikan uang Rp 15 juta," tandasnya.
Terima THR
Endah Kartika Prajawati, istri Bupati nonaktif Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, mengaku menerima uang THR dari Syahbudin.