Kasus Corona di Indonesia
Kakek Mengamuk Menolak Evakuasi, Ancam Anggota TNI/Polri Pakai Parang
Kakek tersebut berstatus ODP corona setelah menantunya dinyatakan positif corona.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LOMBOK - Seorang kakek ngamuk saat mau dievakuasi tim medis dari rumahnya.
Tim Medis mengevakuasi kakek tersebut untuk menjalani pemeriksaan lanjutan karena sang kakek masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP).
Evakuasi tim medis ini terekam kamera dan videonya viral.
Dari informasi yang didapat, kakek berinisial HM tersebut merupakan warga Desa Sigeraongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, NTB.
Alasan warga tersebut dievakuasi karena akan dilakukan pemeriksaan lanjutan setelah hasil rapid test dinyatakan reaktif.
• Fakta Sebenarnya di Balik Video Ayah Usir Anak yang Pulang Kampung karena Takut Corona
• Anggota DPRD Jakarta Dapat Bantuan Corona untuk Warga Miskin, Pengakuan Anies soal Bansos
• Ruangguru Dinilai Perusahaan Milik Singapura, Belva Devara Buka Suara
• ART di Semarang Kerap Disiksa Majikan, Dipaksa Minum Air Mendidih dan Makan 50 Cabai
Punya riwayat gangguan jiwa
Camat Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Jamaludin angkat bicara terkait video viral tersebut.
Menurut dia, warganya yang berinisial HM tersebut sebelumnya diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan.
Kakek tersebut berstatus ODP setelah menantunya dinyatakan positif corona.
HM sendiri juga telah dilakukan rapid test pada Minggu (19/4/2020) dan hasilnya reaktif.
Karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan.
Namun, yang bersangkutan justru mengamuk dan menolak saat akan dibawa petugas medis ke rumah sakit.
Ancam bunuh diri
Saat akan dilakukan dievakuasi ke rumah sakit itu, HM menolak.
Ia juga mengamuk dan mengancam menggunakan pisau untuk melukai diri sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kakek-odp-corona-mengamuk-saat-mau-dievakuasi.jpg)