Tribun Lampung Selatan
Rapid Test Orang Terdekat Pasien 07 Positif Covid-19 Hari Ini Batal Dilaksanakan
Dinas Kesehatan Lampung Selatan batal melakukan rapid test pada orang yang memiliki kontak erat dengan pasien 07 yang terkonfirmasi
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: soni
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Dinas Kesehatan Lampung Selatan batal melakukan rapid test pada orang yang memiliki kontak erat dengan pasien 07 yang terkonfirmasi positif covid-19.
Juru Bicara Satgas covid-19 Lampung Selatan, Jimmy B. Hutapea mengatakan pihak terkait meminta rapid test di laksanakan Rabu (6/5) besok.
"Rapid test kontak erat pasien terkonfirmasi 07 besok dilaksanakan. Karena pihak yang bersangkutan meminta pelaksanaannya besok," kata Jimmy kepada Tribunlampung, Selasa (6/5).
• Tenaga Medis di Bandar Lampung Mulai Jalani Rapid Test
Dirinya mengatakan pasien 07 ini merupakan tenaga medis (dokter praktik mandiri) di Kalianda. Pasien ini merupakan seorang laki-laki berumur 70 tahun yang tinggal di Kalianda.
Pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan batuk dan lemas. Kemudian menjalani rapid test dengan hasil non reaktif pada 27 April lalu.
“Lalu diambil spesimen swab tenggorongkan. Hasil dari uji swab keluar pada 3 Mei kemarin dengan hasil terkonfirmasi positif covid-19,” ujar Jimmy.
Pasien ini, lanjutnya, kini dirawat di sebuah rumah sakit rujukan pemerintah di Lampung Selatan.
Untuk kontak erat dari tracing pasien 07 ini, kata dia, terdiri dari istri dan 2 orang yang bekerja di rumahnya.
“Pasien ini sudah tidak lagi membuka praktik mandiri di rumahnya sejak 13 April lalu,” ujar Jimmy.
• Rapid Test Hanya Bisa Dilakukan di Lokasi yang Telah Diizinkan, Kadiskes: Tak Bisa Sembarangan
Pasien terkonfirmasi 07 ini, sebelumnya pada pertengahan April lalu sempat menerima pasien PDP (pasien dalam pengawasan) dari Desa Canggung Kecamatan Rajabasa yang meninggal dunia.
Hingga sore ini, perkembangan kasus covid-19 di Lampung Selatan terdata pasien terkonfirmasi positif ada 7 orang. Di mana empat di antaranya telah sembuh, sementara tiga pasien lainnya sedang menjalani perawatan di ruang isolasi.
Kemudian untuk ODP (orang dalam pemantauan) ada 24 orang. Untuk PDP (pasien dalam pengawasan) ada 5 orang. Sementarauntuk OTG (orang tanpa gejala) mencapai 21 orang. (Tribunlampung/Dedi Sutomo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/15-otg-virus-corona-di-lamsel-punya-riwayat-kontak-dengan-pasien-positif-corona.jpg)