Minum Obat Corona Racikan Sendiri, Apoteker Tewas
Menurut polisi, sang bos dari apoteker tersebut juga harus dirawat di rumah sakit karena melakukan aksi yang sama.
Sementara itu dikutip dari BBC.com, pejabat perkeretaapian membantah meminta migran membayar ongkos kereta ke rumah.
Para pejabat kereta api mengatakan para pekerja berjalan di jalan menuju Aurangabad, dan kemudian di rel kereta api yang mengarah ke Aurangabad.
Setelah berjalan sejauh 22 mil (36 km), mereka kelelahan dan memutuskan untuk beristirahat.
Menurut laporan setempat, para pekerja berasumsi bahwa kereta tidak akan berjalan karena lockdown, dan karena itu tidur di rel.
Gambar di media sosial menunjukkan potongan roti berserakan di dekat rel.
Sebanyak 16 orang dinyatakan tewas dan 2 orang terluka atas insiden ini menurut pernyataan pemerintah negara bagian.
Buntalan berisi makanan, sepatu dan barang-barang lainnya tersebar di jalur rel kereta api pasca kecelakaan itu.
Kementerian Perkeretaapian, Piyush Goyal mengunggah pernyataan di Twitternya,
"Saya baru saja mendengar kabar duka tentang para pekerja yang tewas terlindas kereta api, tim penyelamat sedang bekerja," katanya.
Di bawah aturan lockdown, seluruh transportasi publik telah ditangguhkan sehingga para pekerja migran berjalan kaki dengan jarak yang jauh untuk dapat pulang ke rumah mereka di kampung halaman.
Pemerintah telah memanjangkan aturan lockdown sampai 17 Mei mendatang.
Polisi mengatakan para pekerja yang tewas itu bekerja pada perusahaan baja dan telah berjalan kaki menuju kampung halaman mereka di negara bagian Madhya Pradesh.
Mereka berharap bisa mendapat tumpangan dari truk-truk yang lewat.
Salah satu korban yang selamat, Virender Singh mengatakan mereka telah berada dalam perjalanan pulang setelah berpekan-pekan menunggu kontraktor mereka membayarkan uang jaminan yang sangat sedikit.
"Keluarga kami di kampung meminta kami pulang," ucapnya.