Minum Obat Corona Racikan Sendiri, Apoteker Tewas

Menurut polisi, sang bos dari apoteker tersebut juga harus dirawat di rumah sakit karena melakukan aksi yang sama.

Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi - Rapid test virus corona (Covid-19). 

Para pekerja migran itu telah berjalan di sepanjang kereta api pada Kamis sore (7/5/2020).

Mereka merasa kelelahan setelah berjalan sejauh hampir 40 kilometer dan mereka berhenti di sana, ungkap Singh.

Menurut kepala hubungan masyarakat, C.H. Rakesh, "Sepertinya mereka (korban) tidur di jalur rel kereta."

Aturan lockdown di India termasuk yang paling ketat di dunia.

Lockdown telah menghentikan laju penularan virus corona namun menurut pejabat setempat telah berdampak buruk juga bagi warga miskin.

Kritik meningkat tentang bagaimana pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi telah mengatur rencana untuk mengembalikan para warga India dari berbagai belahan dunia.

Sementara negara membiarkan para pekerja terdampar di kota-kota besar dengan makanan atau pun uang yang sedikit.

Melalui Twitternya, Modi mengatakan kalau dia sangat sedih dengan korban tewas dalam kecelakaan kereta api dan semua bantuan yang memungkinkan telah disediakan.

Rahul Gandhi, pemimpin oposisi dari partai Kongres mengatakan,

"Syok dengan kematian para pekerja migran yang tewas akibat tertabrak kereta api.

Kita harus merasa malu tentang bagaimana kita memperlakukan pendiri bangsa kita."

Selama sepekan terakhir, beberapa pemerintah negara bagian menghadapi tekanan publik untuk mengatur kereta api dan bus untuk membawa pulang para pekerja migran.

Namun kebanyakan pekerja migran malah menempuh jarak yang sangat jauh di bawah terik mentari melalui ladang dan hutan agar bisa kembali pulang.

Terkait kecelakaan itu, pemerintah negara bagian Maharashtra yang pernyataannya diwakili oleh Kepala menteri Uddhav Thackeray, meminta pihak kereta api untuk mengoperasikan beberapa kereta api untuk membawa pulang pekerja migran yang terlantar.

Ketika industri ditutup pada 24 Maret, banyak pekerja migran takut mereka akan kelaparan dan berusaha berjalan kembali ke desa asal mereka.

Banyak yang tidak punya pilihan selain berjalan, karena layanan bis dan kereta dihentikan semalam. Nasib mereka telah menyebabkan kemarahan di dalam negeri.

Dengan pelonggaran pembatasan awal bulan ini, pemerintah mengumumkan bahwa para migran akan dapat kembali ke negara asal mereka dengan kereta api dan bus khusus. (Kontan / kompas.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved