Video Berita
22 Ribu Orang Lebih Tandatangani Petisi Pendirian Patung Didi Kempot di Stasiun Balapan
Video YouTube petisi pendirian patung atau memorabilia Didi Kempot di Stasiun Balapan Solo, Jawa Tengah, telah ditandatangni oleh lebih dari 22 ribu.
Penulis: Wahyu Iskandar | Editor: Romi Rinando
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Video YouTube petisi pendirian patung atau memorabilia Didi Kempot di Stasiun Balapan Solo, Jawa Tengah, telah ditandatangni oleh lebih dari 22 ribu orang hingga Minggu (10/5/2020).
Hingga berita ini ditulis, sudah ada 22.183 orang yang menandatangani petisi ini.
Diketahui, petisi ini dibuat pada Selasa (5/5/2020) di hari meninggalnya sang maestro campur sari.
Petisi ini dibuat oleh pria asal Solo, Hanindha Cholandha (27).
• VIDEO Curhat Pilu Dory Harsa Ditinggal Didi Kempot, Tumpah Air Mata di Makam
• VIDEO Asisten Didi Kempot Ungkap Pesan Terakhir Sang Maestro
• ICJR Desak YouTuber Ferdian Paleka Tidak Dipidana
• Viral Video Ferdian Paleka Ditelanjangi di Tahanan, Kapolres Buka Suara
Hanindha mengaku kaget dengan dukungan petisi yang didapatkan.
"Pasti kaget ya, wong ini berawal dari iseng-iseng, obrolan sama temen-temen deket, malah ternyata ada 22 ribu orang lain yang memiliki pemikiran yang sama," ujar Hanindha kepada Tribunnews.com melalui WhatsApp, Minggu (10/5/2020).
"Apalagi ternyata ini dinotice sama fanbase-nya pakdhe (Didi Kempot) sendiri. Jadi bisa dapet audiens yang lebih luas lagi," ujarnya.
Sebelumnya, kepada Tribunnews.com Hanindha mengungkapkan sebuah patung Didi Kempot atau memorabilia lain layak didirikan di Stasiun Balapan Solo sebagai penghormatan untuk sang maestro campursari.
Atas dasar itu Hanindha membuat petisi online melalui change.org agar didirikannya memorabilia Didi Kempot di Stasiun Balapan Solo.
Petisi tersebut ditujukan untuk PT KAI, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.
"Ini bentuk penghormatan untuk Pakde (Didi Kempot), supaya Pakde tetap bisa dikenang dengan cara sederhana," ungkap Hanindha saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (8/5/2020).
"Bagaimana Pakde menghibur kita dengan caranya yang sungguh sederhana," ujarnya.
Pemilik usaha layanan jasa produksi audio dan warung gudeg tersebut menilai pembuatan memorabilia berupa patung dan sejenisnya lebih mengena sebagai sebuah penghormatan.
"Juga simpel, dirawat, tapi terlihat banyak orang, bisa jadi obyek wisata dalam tanda kutip," ujarnya.
Pertama Kali Mengenal Didi Kempot