China Kembali Diserang Corona, Muncul Klaster Baru, Wali Kota Jilin Berlakukan 'Lockdown'

"Untuk mencegah dan membendung penyebaran epidemi, kelompok pencegahan dan pengendalian epidemi di Jilin telah memutuskan untuk menerapkan langkah-lan

Editor: Romi Rinando
EPA-EFE/STR via kompas.com
Ilustrasi tim medis memeriksa seorang pasien yang terinfeksi virus corona di Rumah Sakit Jinyintan Wuhan pada 26 Januari 2020. Ayahnya Dikarantina karena Suspect Virus Corona, Remaja 17 Tahun Meninggal Akibat Telantar di Rumah. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - China sempat mengumumkan jumlah pasien terinfeksi virus corona mulai menurun bahkan status lockdown pun dicabut.  

Namun baru-baru ini China kembali memberalukan diberlakukan oleh sebagian wilayah di China. 

Wilayah yang menerapkan lockdown yaitu Kota Jilin di timur laut China. 

Lockdown diberlakukan karena adanya kekawatiran bakal ada gelombang kedua virus Corona. 

Transportasi dan pertemuan dibatasi oleh pemerintah setelah kluster baru virus corona dilaporkan China.

Presiden AS Donald Trump Klaim Miliki Bukti Virus Corona Berasal dari Laboratorium Wuhan

Dampak Corona Warga Wuhan Makin Menderita, Simpan Kulit Lobak sebagai Nutrisi 

Heboh Buku Fiksi Terbitan Tahun 1981, Sebut Virus Dari Wuhan

 

Selain itu, layanan kereta api dan bus jarak jauh telah dihentikan.

Kebijakan ini diberlakukan mengingat tujuh kasus baru dikonfirmasi pada Selasa, (12/5/2020), termasuk pasien tanpa gejala.

Dikutip Tribunnews dari South China Morning Post, kasus yang dilaporkan ini membawa total 21 kasus komunitas.

Diketahui, kasus pertama dalam kluster dilaporkan satu pekan lalu, termasuk dua pasien tanpa gejala.

s

AFP/STR/CHINA OUT

Petugas medis membawa seorang pasien yang diduga terinfeksi virus misterius mirip SARS, ke rumah sakit Jinyintan, di Kota Wuhan, China, Sabtu (18/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat. 

Terkait hal ini, Wali Kota Jilin, Gai Dongping angkat bicara kepada wartawan saat briefing online, Rabu (13/5/2020).

"Wabah saat ini sangat serius dan kompleks, menimbulkan risiko besar penyebaran lebih lanjut."

"Untuk mencegah dan membendung penyebaran epidemi, kelompok pencegahan dan pengendalian epidemi di Jilin telah memutuskan untuk menerapkan langkah-langkah pengendalian di daerah perkotaan Jilin," katanya.

Pemerintah kota dalam pernyataan menambahkan, langkah tersebut termasuk penutupan semua kompleks perumahan dan desa di daerah Jilin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Mataram
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved