Gantung Diri di Pringsewu

Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan Pada Ibu Anak Satu yang Tewas Gantung Diri: Murni Bunuh Diri

Petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Gadingrejo memastikan bila IS (30), ibu anak satu Tewas karena murni bunuh diri.

grafis tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi. Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan Pada Ibu Anak Satu yang Tewas Gantung Diri: Murni Bunuh Diri. 

Ditemukan Kerabat

IS (30) seorang ibu anak satu yang ditemukan tewas Gantung Diri sempat dicari oleh keluarga dan tetangga karena tidak kunjung pulang.

Ironisnya, IS justru ditemukan dalam keadaan tragis.

Lehernya terjerat tali tambang warna hijau yang salah satu ujungnya terikat di batang pohon kakao.

Pohon tersebut, berada di kebun kakao milik tetangganya.

Kepala Polsek Gadingrejo AKP Anton Saputra mengatakan, pertama kali yang menemukan IS adalah kerabatnya sendiri, Darma Susilo.

Lokasi tempat IS ditemukan merupakan daerah perladangan dan kebun dengan jalur jalan yang hanya bisa dilalui sepeda motor dan pejalan kaki.

Kurang lebih sejarak 300 meter dari pemukiman penduduk.

Begitu diturunkan dari gantungan, jasad IS dibopong menuju rumah duka.

Pergi Tanpa Pamit

Seorang wanita di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu nekat mengakhiri hidup dengan cara Gantung Diri, Senin, 18 Mei 2020.

Yakni IS (30) seorang ibu rumah tangga beranak satu.

IS Gantung Diri dengan seutas tali yang diikat di pohon kakao yang ada di kebun milik salah seorang warga setempat.

IS ditemukan tewas tergantung jelang maghrib.

Warga sekitar mencari keberadaan IS karena pergi dari rumah dan tak kunjung kembali.

"Keterangan keluarga, korban pada pukul 16.00 WIB pergi tanpa pamit, menjelang petang, korban tidak pulang-pulang maka dicarilah oleh keluarga, kerabat dan para tetangga korban," kata Kapolsek Gadingrejo AKP Anton Saputra.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved