Tribun Lampung Selatan

Banjir Rob dan Gelombang Tinggi, Nelayan di Lampung Selatan Diminta Tak Melaut dan Waspada

Sebagian besar nelayan di PPI Bom dan di pesisir Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan memilih untuk tidak melaut sejak 4 hari terakhir.

Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo
Kawasan PPI Bom Kalianda dan pesisir Kelurahan Bumiagung, Kalianda. Banjir Rob dan Gelombang Tinggi, Nelayan di Lampung Selatan Diminta Tak Melaut dan Waspada. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Sebagian besar nelayan di PPI Bom dan di pesisir Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan memilih untuk tidak melaut sejak 4 hari terakhir.

Pilihan tidak melaut ini karena sejak 4 hari terakhir terjadi pasang air laut (banjir rob) dan gelombang tinggi di perairan pesisir Lampung Selatan.

Para nelayan khawatir, kondisi cuaca di tengah laut akan cukup ekstrim, mengingat hembusan angin juga cukup kencang.

“Nelayan tidak melaut, karena kondisinya pasang dan gelombang cukup tinggi, arus bawah laut juga cukup kuat,” kata Samsul, seorang nelayan, Rabu (27/5/2020).

Bahkan, untuk menghindari kerusakan perahu akibat dari hempasan gelombang, nelayan di PPI Bom Kalianda menepikan perahu mereka pada tanggul water break.

Pelaku Perompakan Kapal Asal Australia Diduga 10 Orang, 4 Diantaranya Bawa Senpi

Anak Bunuh Ibu Kandung di Lampung, Pelaku Lalu Diobservasi 14 Hari

UPDATE Corona di Lampung 27 Mei, Positif Corona 118 Kasus, 10 Meninggal, 48 Sembuh

H+3 Lebaran 2020, Terminal Rajabasa Masih Sepi Aktivitas

Pantuan Tribunlampung.co.id di kawasan Pesisir, mulai dari PPI Bom Kalianda, hempasan gelombang laut yang sampai ke pesisir pantai cukup kencang.

Bahkan, luapan air laut sampai pada pemukiman warga yang tidak jauh dari bibir pantai.

“Sudah sejak 4 hari terakhir kondisi gelombang cukup tinggi, dan air laut juga pasang."

"Seperti ini biasanya siklus 5 tahunan,” kata Safi’i warga lainnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lampung Selatan, M. Darmawan meminta warga yang tinggal di kawasan pesisir yang dekat dengan bibir pantai serta nelayan yang melaut untuk lebih waspada.

“Kami imbau masyarakat meningkatkan kewaspadaannya."

"Karena memang kondisi cuaca, terutama di kawasan pesisir cukup ekstrim dalam beberapa hari terakhir,” ujar Darmawan.

Darmawan pun meminta kepada warga yang tinggal di kawasan pesisir untuk tidak mudah terpancing dengan informasi yang tidak diketahui pasti sumber dan kebenarannya.

Jika ada informasi terkait dengan kondisi cuaca saat ini yang cukup ekstrim, Darmawan meminta kepada warga untuk menanyakan langsung ke BPBD atau ke BMKG. (Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved