Tribun Bandar Lampung

Cerita dari Rumah Singgah Bagi Pasien Tak Mampu di Lampung, Pasien Bisa Menginap hingga Makan Gratis

Rumah singgah ini menyediakan tempat menginap bagi warga-warga tidak mampu yang ingin berobat.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi
Rumah Singgah Peduli Indonesia Cabang Lampung. Cerita dari Rumah Singgah Bagi Pasien Tak Mampu di Lampung, Pasien Bisa Menginap hingga Makan Gratis 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pengelola Rumah Singgah Peduli Indonesia Cabang Lampung dan Rumah Singgah Sedekah Rombongan Lampung memberikan tempat tinggal, makan, pendampingan, dan bantuan pengobatan bagi yang hendak berobat di Bandar Lampung.

Rumah Singgah Peduli Indonesia Cabang Lampung berada di Jalan Dr Sam Ratulangi Nomor 64 Kedaton.

Lokasinya mudah ditemui karena berdekatan dengan UTD Cabang Lampung.

Rumah singgah ini menyediakan tempat menginap bagi warga-warga tidak mampu yang ingin berobat.

Layaknya rumah, rumah singgah ini memiliki ruang tamu, kamar mandi, dapur dan kamar tidur.

Cerita Warga Bandar Lampung Bikin Game Edukasi dengan Tema Virus Corona Pertama di Indonesia 

HUT Bandar Lampung, Tribun Lampung Tayangkan Film Dokumenter Covid-19

1 PDP asal Lampung Utara Meninggal Dunia, Punya Riwayat Gagal Ginjal

Kamar ada di lantai bawah dan lantai atas.

Hendy Iduan, Humas Rumah Singgah Peduli Indonesia Cabang Lampung menuturkan, tempat tidur yang ada di sana diperuntukkan bagi pasien.

Sementara keluarga yang mendampingi biasanya menggelar karpet atau tikar untuk tidur.

Selain bisa tidur, pihak rumah singgah juga menyediakan sembako untuk pasien dan keluarganya yang bisa dimasak untuk makan tiga kali sehari.

Pasien juga akan diberi pendampingan, bantuan untuk pemberkasan BPJS, dan ambulans gratis.

Pasien-pasien itu harus pasien yang memiliki BPJS kelas 3 atau BPJS kelas 2 dengan rekomendasi surat keterangan tidak mampu dari kelurahan, dan tidak boleh memiliki penyakit menular seperti TBC, HIV Aids, dan sebagainya.

"Masing-masing pasien kami kenakan biaya Rp 5.000. Biaya itu kami kenakan sebenarnya hanya untuk mengedukasi pasien supaya tidak selalu tangan berada di bawah. Tapi kalau pasien tidak memiliki uang sama sekali, kami tidak akan minta biaya itu," ujar Hendy.

Menurut Hendy, awal berdirinya Rumah Singgah Peduli Indonesia Cabang Lampung karena banyak orang tidak mampu kesulitan mencari tempat tinggal saat berobat di rumah sakit yang jauh dari tempat tinggal.

Akhirnya diputuskan untuk mendirikan Rumah Singgah Peduli Indonesia Cabang Lampung tahun 2013.

"Hingga saat ini, pasien-pasien yang datang ke sini berasal dari seluruh Lampung. Ada juga berasal dari Baturaja dan Palembang. Sakit yang mereka alami beragam. Sampai sakit berat juga ada," cerita Hendi.

Berbagai pengalaman menyentuh hati sering dialami relawan Rumah Singgah Peduli Indonesia Cabang Lampung.

Contohnya, pernah mendampingi seorang ibu terkena kanker serviks berobat ke Jakarta selama satu tahun

Sampai di Bandar Lampung, ibu itu harus mendapat kabar buruk anaknya ditahan polisi karena suatu kasus.

Akhirnya ibu itu tinggal selama 6 bulan di Rumah Singgah Peduli Indonesia Cabang Lampung.

Biaya hidup ibu itu beserta cucu dan menantunya ditanggung.

Kemudian anaknya yang di tahan polisi dibantu keluar, dan akhirnya menjemput ibunya pulang ke Belitang.

Tanggal 15 Juni 2020, dikabar kalau ibu itu sudah meninggal dunia.

Sementara itu relawan Rumah Singgah Sedekah Rombongan Lampung Safri Yulian mengatakan, Rumah Singgah Sedekah Rombongan Lampung berdiri tahun 2017.

Ini merupakan rumah singgah bagi pasien dari luar Bandar Lampung yang ingin berobat di rumah sakit yang ada di Bandar Lampung namun tidak memiliki tempat tinggal.

Untuk bisa tinggal disini syaratnya pasien harus berasal dari keluarga tidak mampu, dan sakit yang dideritanya adalah sakit yang tidak menular.

Syarat lain, pasien harus didampingi oleh maksimal dua anggota keluarga.

Pasien dan anggota keluarga bisa menempati kamar-kamar yang disediakan disini untuk tidur dan beristirahat.

Menurut Safri ada enam kamar.

Masing-masing kamar ada dua tempat tidur.

Selain bisa tidur, di rumah singgah tersebut juga disediakan sembako yang bisa dimasak untuk makan tiga kali pasien dan keluarganya.

Semua itu tidak dikenakan biaya, alias gratis.

Bahkan kalau ada pasien yang membutuhkan pendampingan di rumah sakit, maka akan didampingi.

"Kalau ada pasien yang membutuhkan obat yang tidak dicover BPJS, namun tidak memiliki biaya, akan kami bantu komunikasikan ke pusat untuk membantu membelikan obatnya," kata Safri

Hingga saat ini, lanjut Safri, pasien yang datang ke Rumah Singgah Sedekah Rombongan adalah pasien yang berasal dari Mesuji, Lampung Timur, Lampung Tengah, Kalianda, dan Kotabumi

Salah seorang pasien yang tinggal di Rumah Singgah Peduli Indonesia Cabang Lampung Halimah mengatakan, dia adalah penderita tumor mata.

Untuk mengobati tumor matanya, Halimah harus berobat di Rumah Sakit Imanuel Wayhalim.

Agar pengobatan itu lancar, mau tidak mau Halimah harus tinggal di Bandar Lampung, karena untuk pulang pergi dari rumahnya yang ada di Lampung Tengah tidak mungkin karena membutuhkan perjalanan selama lima jam.

Karena itu, ia menginap di rumah singgah tersebut.

"Alhamdulillah di sini nyaman, dan relawannya juga baik-baik semua. Mereka sangat membantu kami di sini. Jadi kami betah ada disini," ujar Dewi.(Tribunlampung.co.id/jelita dini kinanti)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved