Lakalantas di Lampung Selatan
Kepala SMAN 1 Metro Pastikan Siswanya Tewas karena Lakalantas di Lamsel, Bukan Kegiatan Sekolah
Kepala SMAN 1 Metro Purwaningsih membenarkan jika salah seorang siswanya menjadi korban lakalantas di Bakauheni, Lampung Selatan.
Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Kepala SMAN 1 Metro Purwaningsih membenarkan jika salah seorang siswanya menjadi korban lakalantas di Bakauheni, Lampung Selatan.
"Iya benar, Heldany Bintang Alwisyah merupakan siswa SMAN 1 Metro kelas 11 jurusan IPCA," ujarnya kepada awak media saat mengunjungi rumah duka di Desa Wonosari, Pekalongan, Lampung Timur, Kamis (2/7/2020).
Namun demikian, Purwaningsih menjelaskan, jika kegiatan almarhum bersama sejumlah rekan yang berasal dari berbagai sekolah merupakan kegiatan pribadi, bukan agenda resmi dari pihak sekolah.
Pihak sekolah juga sudah mendapat konfirmasi langsung dari wali murid.
SMAN I menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas peristiwa yang menimpa Heldany Bintang Alwisyah.
• BREAKING NEWS Dimakamkan Hari Ini, Siswa SMAN 1 Metro Korban Lakalantas Sosok Mudah Bergaul
• Duka Mendalam Orangtua Siswa SMAN 1 Metro Tewas Lakalantas di Bakauheni, Wisnu: Awalnya Gak Percaya
• Jalan Sempit dan Curam, Polisi Kesulitan Evakuasi Mobil Masuk Jurang di Minang Rua
• Mandi di Dam Raman, Santri Metro Ditemukan Tak Bernyawa
Ketemu Ular Cobra
Wisnu Heli Andoko mengaku tak memiliki firasat atas musibah yang dialami anaknya, Heldany Bintang Alwisyah.
Warga Desa Wonosari, Kecamatan Pekalongan, Lampung Timur ini pun pasrah atas kepergian putra keduanya itu.
Heldany Bintang Alwisyah, siswa SMAN 1 Metro, tewas dalam kecelakaan di di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Rabu (1/7/2020) lalu.
Wisnu mengatakan, tidak ada firasat apa pun sebelum kejadian itu.
Namun, ia mengaku sempat bertemu ular kobra saat hendak salat, sehari sebelum kecelakaan maut itu terjadi.

"Malam itu saya ketemu ular kobra kecil. Terus saya suruh kakaknya Alwi (panggilan akrab almarhum) untuk buang," beber Wisnu saat ditemui di rumah duka, Kamis (2/7/2020).
Selain itu, awalnya Wisnu juga merasa berat memberikan izin korban pergi ke pantai bersama rekan-rekannya.
"Agak gimana gitu. Tapi, dia katanya bosan di rumah. Ya mungkin itu firasat atau mungkin juga kebetulan. Tapi kami pasrah," tuturnya.
Duka Mendalam