Tribun Bandar Lampung
Air Siap Minum Mengalir Agustus, Tahap Awal Harus Dimasak
Untuk tahap awal, ia menyarankan sebaiknya air yang sudah mengalir agar dimasak terlebih dahulu jika akan dikonsumsi sebagai sumber air minum.
"Waktu penawaran awal ditenderkan, kualitasnya kejernihannya 0,5 MPU, artinya kualitas airnya siap minum," jelas Adnan.
Dalam pembangunannya hingga menghasilkan air siap minum, sambung dia, dengan menggunakan sistem pengelolaan air minum yang canggih dan terbaik pada bagian instalasi pengelolaan air minumnya.
Sehingga outputnya menghasilkan kualitas air sesuai kontrak yang layak dipakai untuk langsung konsumsi.
Terapkan Dua Konsep
Adnan Heri mengungkapkan, dalam distribusi air siap minum melalui SPAM, proyek KPBU ke pelanggan diterapkan dua konsep.
Cara pertama menggunakan sistem pemompaan dan cara kedua menggunakan jalur gravitasi dataran.
"Untuk yang lewat gravitasi ini lagi proses tender yang nantinya dilaksanakan melalui APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara) nantinya," jelas Adnan.
Untuk jalur gravitasi ini akan mengakhiri pelanggan di lima kecamatan yakni Tanjung Senang, Sukarame, Sukabumi, Kedamaian, dan Way Halim.
Sementara untuk sistem pemompaan akan mengaliri di tiga kecamatan yakni Labuhan Ratu, Rajabasa, dan Kedaton.
Penerapan sistem pompa diberlakukan karena daerah tersebut merupakan dataran tinggi sehingga memerlukan alat bantu pemompaan.
Pengelolaan SPAM melalui proyek KPBU ini, sambung Adnan, selama 25 tahun akan dikelola pihak swasta sebelum akhirnya diserahkan pengelolaan selanjutnya ke PDAM Way Rilau.
"Jadi ini nanti akan dikelola oleh pihak swasta selama 25 tahun. Mereka yang membangun dan mengelolanya selama 25 tahun, kita beli air dari dia," tandasnya. (Tribunlampung.co.id/Sulis Setia M)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/galian-spam-44.jpg)