Tribun Bandar Lampung

Air Siap Minum Mengalir Agustus, Tahap Awal Harus Dimasak

Untuk tahap awal, ia menyarankan sebaiknya air yang sudah mengalir agar dimasak terlebih dahulu jika akan dikonsumsi sebagai sumber air minum.

Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Galian pipa sistem pengelolaan air minum (SPAM) di Bandar Lampung, Selasa (21/7/2020). Pelanggan sudah bisa menikmati air minum mulai Agustus 2020 mendatang. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Progres pemasangan jaringan pipa ke pelanggan di tiga kecamatan melalui sistem pengelolaan air minum (SPAM) yang merupakan proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) sudah mencapai 60 persen dari target.

Total target pelanggan di tiga kecamatan yakni Labuhan Ratu, Rajabasa, dan Kedaton di tahun pertama ini yang masih terus dikejar hingga akhir Desember 2020 sebanyak 14 ribu pelanggan.

Kepala Bagian Perencanaan PDAM Way Rilau Adnan Heri mengungkapkan, nantinya pelanggan yang sudah terpasang saluran SPAM mulai bisa menikmati aliran air bersih siap minum mulai awal Agustus mendatang.

Kendati begitu, terusnya, aliran air tidak langsung merata bisa dinikmati pelanggan di tiga kecamatan secara bersamaan di awal Agustus.

Air baru bisa dinikmati pelanggan yang instalasi jaringan fisiknya sudah terpasang.

TONTON JUGA:

 "Air yang mengalir di awal Agustus ke pelanggan di tiga kecamatan itu melalui sistem perpompaan yang sudah terpasang jaringan tersiernya dan sudah melalui tahap uji coba," ungkapnya, Selasa (21/7/2020).  

Berangsur ke pelanggan sampai titik-titik terjauh di tiga kecamatan tersebut bisa teraliri secara keseluruhan dengan target sampai September 2020.

Untuk tahap awal, ia menyarankan sebaiknya air yang sudah mengalir agar dimasak terlebih dahulu jika akan dikonsumsi sebagai sumber air minum.

Air SPAM Meluap ke Jalan, Rumah Warga Rajabasa Tergenang

Galian SPAM di Jalan ZA Pagar Alam Bikin Macet, Pengguna Jalan Mengeluh 

Bawa 571 Kg Ganja, Warga Lampung Tengah Terancam Hukuman Mati

Dieksekusi di Rutan Way Huwi, Bupati Agung Tak Dendam ke Syahbudin

"Air yang mengalir nantinya memang kualitas air minum sesuai Permenkes 492 tahun 2010 tentang persyaratan kualitas air minum. Namun untuk tahap pertama agar dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi," jelas Adnan.

Alasannya, di tahap awal banyak dilakukan pemasangan baru dan pipanya juga baru terinstalasi sehingga kualitas air yang dihasilkan belum maksimal untuk siap minum.

"Hasil akhirnya nanti memang sebagai air yang siap minum. Tapi untuk awal namanya barang baru kita tidak tahu apa ada tanah masuk, kerikil masuk, kotoran masuk reservoir atau pipa karena sisa-sisa pembangunan," kata dia.

Pihaknya sendiri tidak bisa memastikan kapan kualitas air benar-benar tinggal siap minum tanpa harus dimasak.

"Mengenai tahap awal butuh berapa lama penyesuaian belum bisa dipastikan. Tahapannya mulai dari perpompaan. Jika sudah stabil dan terkoneksi semua, pipa sudah teraliri air semua, mungkin baru normal," timpalnya.

Terkait kualitas airnya sendiri yakni 0,5 MPU sesuai dengan kontrak awal.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved