Tribun Lampung Tengah
Bawa 571 Kg Ganja, Warga Lampung Tengah Terancam Hukuman Mati
Menurut Mansyur, RN mengaku diupah Rp 100 juta untuk sekali mengirim barang haram tersebut. Modusnya, ia mengangkut ganja dengan membawa mobil boks.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, GUNUNG SUGIH - Warga Kampung Bandar Agung, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah terancam hukuman mati.
Pasalnya, pria berinisial RN (33) itu menjadi kurir ganja seberat 571 kilogram.
RN membawa daun haram itu dari Aceh menuju Tangerang, Banten.
Kini ia tengah menunggu jadwal persidangan setelah kasusnya dilimpahkan Badan Narkotika Nasional (BNN) ke Kejari Gunung Sugih.
Kajari Gunung Sugih M Mansyur Majid menerangkan, RN terbukti sebagai kurir pengantar daun ganja dari Aceh menuju Tangerang.
TONTON JUGA:
"Pelaku RN ini perkaranya (kurir sabu) dilimpahkan dari BNN pusat ke Kejari Gunung Sugih, untuk selanjutnya menunggu jadwal persidangan di Pengadilan Negeri Gunung Sugih," ujar Mansyur Majid, Selasa (21/7/2020).
Mansyur menambahkan, selama menunggu masa persidangan di PN Gunung Sugih, RN akan dititipkan ke Lapas Kelas II Gunung Sugih.
"Tersangka ini dikenakan pasal 115 juncto 132 dengan ancaman hukuman mati, dan denda paling banyak Rp 10 miliar dan paling sedikit Rp 1 miliar," urainya.
• Kurir 4 Kg Ganja Diamankan di Pringsewu, Pengirim Diciduk di Riau
• BREAKING NEWS Jadi Kurir Ganja, Tukang Parkir Dibekuk BNNP Lampung
• Warga Gedong Tataan Ditusuk 2 Pria, Pelaku Mengaku Dendam
• Kopi Marning, Penganan yang Bikin Kaesang Pangarep Kepincut
Mansyur menambahkan, penangkapan pengedar ganja dilakukan oleh BNN pusat di Kecamatan Terusan Nunyai.
Menurut Mansyur, RN mengaku diupah Rp 100 juta untuk sekali mengirim barang haram tersebut.
Modusnya, ia mengangkut ganja dengan membawa mobil boks.
"Saya dijanjikan bayaran Rp 100 juta untuk satu kali antar (ganja). Namun, sebagai DP (down payment), upah jalan saya baru menerima Rp 20 juta, sisanya dibayar kalau barang sudah sampai (Tangerang)," jelas RN.
Dia mengaku mengetahui mobil boks yang ia kendarai berisi daun ganja.
"Saya tugasnya jemput ganja dari Aceh, terus saya antar ke Tangerang. Saya tahu mobil (boks) itu berisi ganja," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/dua-kurir-ganja-asal-lamteng-di-kejari-gunung-sugih.jpg)