Kebakaran di Bandar Lampung

BPBD Bandar Lampung Kerahkan 35 Petugas untuk Menjinakkan Api

BPBD Bandar Lampung mengerahkan 35 personel untuk memadamkan rumah yang terbakar dini hari tadi.

Dokumentasi BPBD Bandar Lampung
Saat kebakaran terjadi. BPBD Bandar Lampung Kerahkan 35 Petugas untuk Menjinakkan Api 

Kemudian, berdasarkan pantauan Tribunlampung.co.id Kamis (23/7/2020) pagi, pemilik rumah tetap memaksa masuk untuk mengais harta yang masih bisa diselamatkan.

Untuk informasi, ketiga rumah itu adalah milik Samuji, Ngataji dan Lisma.

Begitu mengetahui tak ada benda yang tersisa, tangis keluarga mereka pecah.

Keluarga korban di antara puing sisa kebakaran.
Keluarga korban di antara puing sisa kebakaran. (Tribunlampung.co.id/Soma)

Sambil tersedu, ketiga kepala keluarga itu mencoba menegarkan setiap dari anggota keluarganya.

"Tidak ada lagi yang bisa diupayakan, hanya bisa pasrah dan berserah untuk sekarang," ujar Lisma.

Pria yang tinggal bersama istrinya itu mengaku dia bersama kedua tetangganya itu tidak sempat menyelamatkan setiap harta yang dimiliki.

Hal itu karena api menyebar dengan begitu cepatnya.

"Bisa menyelamatkan diri sendiri dan keluarga saja sudah syukur. Api itu mendadak menyebar dengan rambatan api berasal dari atap," jelasnya.

"Hanya hitungan menit semua (barang) sudah terbakar," sambungnya.

Untuk sementara, dirinya dan dua tetangganya menginap di rumah kerabatnya masing-masing.

"Untungnya di dekat sini, ada kerabat yang juga tinggal," kata dia.

Sementara Ngataji mengatakan tidak tega saat melihat putrinya menangis.

"Putri saya masih kecil, usia anak TK. Saya melihatnya menangis tidak tega," ucapnya.

Menurutnya, keselamatan putrinya saat itu lebih diprioritaskan ketimbang harta yang terbakar.

"Gimana ga tega, usianya masih kecil. Kala kebakaran terjadi, saya lebih prioritaskan keselamatan anak saya ketimbang harta yang ada," kata dia.

Menurut BPBD Bandar Lampung, kerugian dari terbakarnya ketiga rumah itu setidaknya senilai Rp 550 juta.

"Pertama rumah Bapak Samuji perkiraan kerugian senilai Rp 150 juta. Lalu untuk rumah Bapak Ngataji dan Bapak Lisma diperkirakan memiliki kerugian sebesar yang sama yakni Rp 200 juta," ujar Sekretaris BPBD Bandar Lampung M Rizki.

Diduga akibat Korsleting

Kebakaran tiga rumah di Jalan Tamin, Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, Rabu (22/7/2020) malam, diduga akibat korsleting listrik.

"Karena korslet listrik rumahnya Bapak Samuji," ujar Lisma, warga yang rumahnya ikut terbakar, Kamis (23/7/2020).

Namun, kata dia, belum diketahui sumber korsleting.

"Api tiba-tiba besar. Jadi tidak tahu apa sumbernya," jelasnya.

"Kami belum dapat penjelasan dari pihak kepolisian," sambungnya.

Ia mengatakan, api dipadamkan sekitar pukul 21.30 WIB.

"Habis tiga rumah. Karena tiga rumah kami satu atap dan dalam jaringan plafon yang sama. Jadinya api merambat," tambahnya.

Dari pantauan Tribunlampung.co.id, Kamis (23/7/2020), rumah korban kebakaran telah terpasang garis polisi.

BPBD Bandar Lampung mengerahkan delapan unit damkar untuk menjinakkan api di Jalan Tamin, Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, Rabu (22/7/2020) malam.
BPBD Bandar Lampung mengerahkan delapan unit damkar untuk menjinakkan api di Jalan Tamin, Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, Rabu (22/7/2020) malam. (Dok BPBD Bandar Lampung)

Kerahkan 8 Damkar

Kebakaran hebat terjadi di Jalan Tamin, Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, Rabu (22/7/2020) malam.

Sedikitnya tiga unit rumah hangus dilalap si jago merah.

Berdasarkan keterangan Sekretaris BPBD Bandar Lampung M Rizki, kebakaran terjadi sekitar pukul 20.40 WIB.

"(Api) Melalap tiga rumah, yakni milik Bapak Samuji, Bapak Ngataji, dan Bapak Lisma," ujar Rizki.

Rizki mengatakan, BPBD Bandar Lampung mengerahkan delapan armada pemadam kebakaran dan 36 personel untuk menjinakkan api.

"Ada Unit Banteng 010 dan 011 Mako Tendean, 2 unit suplai Mako Tendean, 1 unit suplai Dinas Sosial, 1 unit suplai Telukbetung Utara, 1 unit Karba Kecamatan Tanjungkarang Timur, dan 1 Karba Kemiling," sebutnya.

Kerugian Rp 550 Juta

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

Namun, kerugian akibat kebakaran itu ditaksir mencapai Rp 550 juta.

"Pertama rumah Bapak Samuji diperkirakan kerugian senilai Rp 150 juta," ujarnya.

Sedangkan Ngataji dan Lisma diperkirakan mengalami kerugian sama, yakni sekitar Rp 200 juta.

Ketiga rumah tersebut dihuni oleh sembilan jiwa.

"Rumah pertama 3 jiwa, rumah kedua 4 jiwa, dan rumah selanjutnya 2 jiwa," jelasnya.

Namun, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

"Penyebab kebakaran sejauh ini masih dalam tahap lidik pol (penyelidikan polisi)," ujar Rizki. 

Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Bandar Lampung, Selasa (28/7/2020) malam.

Satu rumah permanen di kawasan Bumi Waras, Bandar Lampung, hangus dilalap si jago merah.

Rumah yang berada di Jalan Slamet Riyadi RT 02 LK 01, Kelurahan Bumi Raya, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, terbakar sekira pukul 18.35 WIB.(Tribunlampung.co.id/Sulis Setia M/V Soma Ferrer)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved