Demi Ikut Tren Kaus Tie Dye, Finalis Muli Bandar Lampung Ini Rela Menjahit
Gadis kelahiran Kotabumi 26 Oktober 1999 itu sering mengenakan kaus tie dye saat santai, hangout, dan main TikTok.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tren fesyen ibarat roda yang berputar.
Tren fesyen yang sudah lama hilang, bisa kembali lagi menjadi tren.
Seperti yang terjadi pada fesyen-fesyen jadul yang kembali tren di tahun 2020.
Salah satunya adalah kembalinya tren kaus tie dye, yang merupakan kaus dengan ciri khas corak yang abstrak.
Sejak pandemi corona melanda Indonesia di tahun 2020, kaus tie dye tren di kalangan pecinta fesyen.
TONTON JUGA:
Namun kaus tie dye tahun 2020 berbeda dengan sebelumnya.
Kaus tie dye tahun 2020 corak, warna, dan modelnya lebih kekinian.
Sejak menjadi tren, kaus tie dye banyak digunakan milenial saat santai atau hangout bersama dengan teman-temannya.
• Tie Dye akan Jadi Tren Busana Muslimah 2012
• Materi Soal TVRI SMA Jumat 15 Mei 2020, Jawaban Soal 3 Pembelajaran Usaha Kaus Tie Dye dan Furnitur
• Ramalan Zodiak atau Horoskop Besok Minggu 9 Agustus 2020, Aries Ceroboh, Gemini Ada Peluang
• Resso Berikan Pengalaman Aplikasi Streaming Musik Sosial Pertama di Dunia
Bahkan ada yang menggunakannya saat main TikTok.
Salah satunya finalis Muli Kota Bandar Lampung 2019 Salsa Nabila Liandani.
Gadis kelahiran Kotabumi 26 Oktober 1999 itu sering mengenakan kaus tie dye saat santai, hangout, dan main TikTok.
Salsa tahu ada tren kaus tie dye dari TikTok dan Instagram.
"Aku lihat kaus tie dye keren, mirip sama kaus sewaktu aku masih kecil. Cuma bedanya yang sekarang lebih kekinian," kata Salsa.
Ia pun tertarik untuk membeli kaus tie dye.
Namun setelah dicoba di beberapa toko, Salsa belum menemukan kaus tie dye yang cocok.
Akhirnya Salsa menjahit kaus tie dye agar bisa sesuai dengan tubuhnya.
Kaus tie dye Salsa ada dua.
Keduanya sama-sama kaus warna hitam namun warna coraknya beda, yakni kuning dan abu-abu.
Kalau yang coraknya kuning lengannya panjang, dan yang coraknya abu-abu lengan pendek.
"Tapi keduanya sama-sama longgar, karena ciri khas tie dye selain corak juga longgarnya," ucap Salsa.
Selain kaus tie dye, banyak tren fesyen lain yang diikuti Salsa.
Karena memang Salsa paling suka mengikuti tren fesyen agar tidak kelihatan kudet (kurang update).
Tapi tren fesyen itu dilihat lagi oleh Salsa.
Kalau tren fesyen itu tidak cocok dengan tubuhnya, Salsa tidak akan membelinya. (Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/tren-kaus-tie-dye-1.jpg)