Tribun Bandar Lampung

ARKI Lampung Minta Pelaku Usaha Wisata Terapkan Protokol Kesehatan

ARKI Lampung terus melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha di bidang wisata untuk menerapkan protokol kesehatan.

Penulis: ahmad robi ulzikri | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tangkapan Layar Tribun TV Lampung
Acara Business to Business Tribun Lampung, Sabtu (15/8/2020). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia (ARKI) Lampung terus melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha di bidang wisata untuk menerapkan protokol kesehatan.

ARKI Lampung memperkenalkan protokol kesehatan dengan konsep CHS yaitu cleanliness, health and safety (CHS), yaitu wisata dengan menjamin beberapa faktor yang ada di tempat wisata meliputi kebersihan, kesehatan dan keamanan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua ARKI Lampung Nur Fita Sari dalam acara Business to Business Tribun Lampung, Sabtu (15/8/2020).

“Wisata menjadi salah satu sektor yang pasti terdampak akibat pandemi Covid-19, dimana tempat pariwisata tutup duluan dan buka paling akhir jadi sektor pariwisata sangat terpengaruh,” jelasnya saat diwawancari Tribunlampung.co.id.

Terapkan Protokol Kesehatan, Tempat Wisata Lampung Siap Jamu Wisatawan

Perpal Gelar Geliat Pariwisata Lampung di Lembah Hijau dan Mutun

13 Pasien asal Pesisir Barat Sembuh, Tingkat Kesembuhan di Lampung 75 Persen

Herman HN Kembali Sidak Masker di Pasar

“Tetapi selama pandemi kami dari Asosiasi mengamati bagaimana perkembangan yang ada, ARKI sudah menyarankan anggota menerapkan protokol CHS yaitu cleanliness, health and safety atau aspek kebersihan,  kesehatan, dan keamanan. Kalau di masa normal hanya kebersihan dan keselamatan sekarang kita menambahkan item kesehatan melalui protokol kesehatan,” sambungnya.

Fita menjelaskan, sektor pariwisata merupakan industri yang pasti menarik banyak orang untuk berkumpul, maka pihaknya juga mengatur dengan benar-benar melalui protokol kesehatan dan gencar melakukan sosialisasi.

“Kita ketahui bahwa pariwisata pasti menarik banyak orang untuk berkumpul, maka untuk meyakinkan pengunjung bahwa temat pariwisata itu aman, kita sosialisasikan melalui berbagai media sosial dalam bentuk foto dan video bahwa tempat rekreasi aman dengan penerapan CHS Protokol tersebut,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga selalu berkoordinasi baik internal anggota ARKI maupun dengan pihak terkait agar protokol kesehatan tetap diterapkan di sejumlah objek wisata.

“Kita ada aparat koordinasi setiap anggota ARKI dan bersinergi dengan dinas pariwisata terkait teknis. Dan pasti Dinas terkait akan menyurvei tempat wisata bagaimana penerapan protokol CHS tersebut,” terangnya.

“Tempat wisata juga wajib menyerahkan protokol kesehatan kepada pemerintah sesuai atau tidak dengan ketentuan dari kementrian. Nantinya protokol tersebut tidak hanya berlaku untuk pengunjung tetapi juga berlaku untuk karyawan yang terlibat,” bebernya.

ARKI Lampung sendiri sudah mencatat kunjungan masyarakat ke tempat wisata sudah mengalami kenaikan, meskipun belum signifikan seperti hari normal.

“Di Lampung sendiri sudah terlihat ada pergerakan yang signifikan untuk kunjungan wisata sekitar 30 persen. Masyarakat sudah mulai berani melakukan kunjungan ke tempat pariwisata,” terang Fita.

Kategori wisata pantai menjadi wisata yang paling banyak dikunjungi memasuki new normal saat ini.

“Kategori wisata yang sudah mengalami kenaikan signifikan di Lampung itu pantai, waterpark, kebun binatang, dan taman.  Di Lampung ini untuk di pantai peningkatannya sudah cukup signifikan hingga 50 persen, sementara waterpark dan kebun binatang 30-50 persen tetapi belum menyentuh 50 persen, entertainment masih 30 persen ke bawah,” jelasnya.

Sementara itu Supervisor Operasional Slanik Waterpark Adi Rizki dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan, pihaknya terus kembali menumbuhkan kepercayaan masyarakat untuk kembali berwisata. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved