Rumah Sakit Imanuel Lampung

Dokter Talisa dan Dokter Marchella Ungkap 8 Mitos Kesehatan Gigi dan Mulut

Kebersihan serta kesehatan gigi dan mulut sangatlah penting. Namun, masih banyak mitos seputar kesehatan gigi dan mulut yang berkembang di masyarakat

ist
Kebersihan serta kesehatan gigi dan mulut sangatlah penting. Namun, masih banyak mitos seputar kesehatan gigi dan mulut yang berkembang di masyarakat dan sayangnya banyak orang yang mempercayai hal tersebut sehingga menyebabkan kesalahpahaman dalam kehidupan sehari-hari. 

Banyak orang percaya bahwa mencabut gigi terutama gigi atas dapat menyebabkan kebutaan. Hal ini dipicu oleh adanya kepercayaan bahwa saraf gigi dan mata yang saling berhubungan.

Padahal secara anatomi tidak ada hubungan secara langsung antara saraf mata dan saraf gigi. Mata dipersarafi oleh N. opticus yang jalurnya dari belakang mata hingga ke dalam otak, sedangkan gigi atas dipersarafi oleh N. maksillaris cabang dari N. trigeminus yang letaknya ada di sepanjang rahang atas.

Namun apabila terdapat infeksi gigi atas yang berat, pencabutan gigi atas memiliki peluang mempengaruhi jaringan sekitar mata. Hal ini biasanya dikarenakan adanya penyebaran infeksi melalui darah atau penjalaran infeksi fascial spaces, contohnya pada kasus abses infraorbita .(drg. Talisa)

 4.       Gigi yang putih adalah gigi yang sehat

Fakta : Gigi yang lebih putih belum tentu lebih sehat.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi warna gigi.

Warna alami gigi masing-masing orang seringkali tidak sama. Gigi anterior (depan) biasanya agak lebih kuning daripada gigi posterior (belakang). Semakin bertambah usia, gigi cenderung lebih gelap dan lebih kuning.

Persepsi terhadap warna juga berpengaruh. Gigi dengan shade yang sama cenderung terlihat lebih putih pada orang dengan warna kulit lebih gelap, biasanya karena faktor kontras. Faktor cahaya juga berpengaruh.

Pada penerangan yang berbeda, tingkat keputihan gigi juga bisa tampak berbeda. Konsumsi beberapa jenis makanan/minuman; misalnya kopi dan teh, bisa menimbulkan noda ekstrinsik pada gigi. Atau juga pada pasien yang mengalami kelainan pembentukan gigi, berbeda juga warna giginya.

Pada pasien yang mengalami paparan fluor berlebih di masa tumbuh kembang gigi (biasa disebut fluorosis), giginya tampak berbercak-bercak putih, yang dalam bahasa kedokteran gigi disebut mottled enamel; dan masih banyak lagi.

Di zaman sekarang ini, banyak orang ingin giginya lebih putih. Kemajuan di bidang kedokteran gigi juga sudah menunjang hal ini. Ada beberapa perawatan yang bisa meningkatkan estetika gigi, tetapi ada indikasi dan kontraindikasinya masing-masing, sehingga perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter gigi. (drg. Marchella)

5.       Semakin sering sikat gigi dan langsung menyikat gigi setelah makan akan membuat gigi lebih sehat

Fakta : Terlalu sering menyikat gigi dan langsung menyikat gigi setelah makan dapat menimbulkan kerusakan pada struktur gigi, khususnya email gigi yang berfungsi untuk melindungi gigi.

Sikat gigi dianjurkan 2-3 kali sehari, minimal tiap selesai makan pagi dan sebelum tidur selama 2 menit dan dianjurkan untuk menunggu minimal 30 menit setelah makan untuk mencegah kerusakan email gigi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved