Rumah Sakit Imanuel Lampung

Dokter Talisa dan Dokter Marchella Ungkap 8 Mitos Kesehatan Gigi dan Mulut

Kebersihan serta kesehatan gigi dan mulut sangatlah penting. Namun, masih banyak mitos seputar kesehatan gigi dan mulut yang berkembang di masyarakat

ist
Kebersihan serta kesehatan gigi dan mulut sangatlah penting. Namun, masih banyak mitos seputar kesehatan gigi dan mulut yang berkembang di masyarakat dan sayangnya banyak orang yang mempercayai hal tersebut sehingga menyebabkan kesalahpahaman dalam kehidupan sehari-hari. 

Menunggu selama 30 menit setelah makan dianjurkan karena kondisi pH rongga mulut biasanya sudah stabil. Setelah makan, umumnya kondisi rongga mulut dalam keadaan yang asam hal ini akan membuat email gigi lebih mudah rusak jika gigi disikat dalam keadaan asam. (drg. Talisa)

6.       Pembersihan karang gigi menyebabkan gigi goyang

Fakta : Pembersihan karang gigi tidak merusak struktur jaringan penyangga gigi.

Karang gigi sebenarnya terbentuk plak gigi yang mengalami mineralisasi; sedangkan plak gigi adalah lapisan film yang menempel pada gigi yang di dalamnya terkandung juga bakteri.

Bakteri-bakteri di dalam plak dan karang gigi ini berpotensi menimbulkan keradangan pada struktur jaringan penyangga gigi. Jaringan penyangga gigi secara anatomis terdiri dari gingiva (atau gusi), sementum, ligamen periodontal, dan tulang alveolar.

Akumulasi plak dan karang gigi pada gingiva di daerah sulkus dalam jangka panjang menimbulkan keradangan pada gingiva, biasa disebut gingivitis.

Pada kondisi tertentu, gingivitis dapat berlanjut menyebabkan terbukanya sementum, rusaknya fiber ligamen periodontal, bahkan sampai pada kerusakan tulang alveolar. Kerusakan yang progresif ini disebut periodontitis, yang seringkali menyebabkan kegoyangan pada gigi. Jadi, pembersihan karang gigi sama sekali tidak merusak struktur jaringan penyangga gigi

Jika ada pasien yang setelah dibersihkan karang gigi mengalami gigi goyang, kemungkinan besar pasien tersebut sudah mengalami periodontitis. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh bakteri periodontal, tapi juga bisa sebagai manifestasi dari penyakit sistemik. Untuk mengetahui secara lebih detail jika mengalami keluhan tersebut, lebih baik berkonsultasi dengan dokter gigi yang merawat. (drg. Marchella)

7.       Penggunaan masker memicu bau mulut

Fakta : Penggunaan masker tidak akan memicu bau mulut, karena masker yang letaknya di luar rongga mulut tidak akan mempengaruhi kondisi di dalam rongga mulut anda.

Pada dasarnya, bau mulut dapat disebabkan karena adanya masalah kesehatan pada rongga mulut anda, misalnya kondisi gigi yang berlubang, penyakit gusi, karang gigi, tumpukan sisa makanan di dalam rongga mulut karena kebiasaan tidak sikat gigi atau menyikat gigi kurang tepat, terganggunya flora normal mulut akibat merokok dan memiliki penyakit sistemik lain seperti kelainan lambung, kencing manis, penyakit hati dan infeksi pada rongga sinus.

Jika ada masalah bau mulut, segera konsultasikan ke dokter gigi terdekat untuk mengetahui penyebab pastinya dan mendapat penanganan yang tepat. (drg. Talisa) 

8.       Orang yang sudah lanjut usia pasti mengalami gigi ompong

Fakta : Sejujurnya, ini konsep pemahaman yang sangat salah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved