Breaking News:

Penusukan Syekh Ali Jaber di Lampung

Kompolnas RI Kecam Tindakan Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber

Kompolnas menilai peristiwa penikaman seperti ini tidak ada pemakluman.

Dokumentasi
Anggota Kompolnas RI Mohammad Dawam. Kompolnas RI Kecam Tindakan Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Sulis Setia Markhamah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Aksi pelaku penusukan terhadap ulama kondang Syekh Ali Jaber ditentang banyak pihak termasuk Kompolnas RI.

"Atas nama agama, keyakinan, hukum dan kemanusiaan, tidak dibenarkan perlakuan tindakan kekerasan baik atas nama individu maupun golongan," ungkap anggota Kompolnas RI Mohammad Dawam dalam keterangan pers yang diterima Tribunlampung.co.id, Rabu (16/9/2020).

Baik atas nama politik maupun atas nama ekonomi dan sosial, pihaknya berharap penanganan kasus-kasus tindakan kekerasan yang dilakukan oleh siapapun atas alasan apapun bisa diselesaikan secara hukum positif maupun adat sosial masyarakat.

"Tentunya dg cara, mekanisme yang dibenarkan secara hukum," papar dia.

Kompolnas menilai peristiwa penikaman seperti ini tidak ada pemakluman.

"Polri agar segera menuntaskan kasus ini secara transparan dan adil agar peristiwa serupa tidak lagi terjadi," katanya.

Penusuk Syekh Ali Jaber Dijerat Pasal Berlapis, Rumah Tersangka Disisir Densus 88

Bos Sembako Tulari 13 Pasien, Tanggamus Tambah 19 Kasus Covid-19

Dia juga mengimbau agar ke depannya penghakiman publik yang dilakukan oleh masyarakat sebaiknya dihindari.

"Karena kita masih yakin Polri akan bekerja secara profesional dan mandiri," terang dia.

Akar masalah kasus ini juga dinilainya perlu dicari secara kompherehensif apakah ada kaitannya dengan paham keagamaan seseorang, atau ada motif lain atas inisiatif sendiri atau ada hal selainnya.

"Jika memang kekerasan yang dilakukan seseorang ada kaitannya dengan keyakinan ekstrim keagamaan, maka akan adil para tokoh masyarakat bahu membahu dengan pemerintah di semua tingkatan bersama Polri untuk menghadirkan keamanan dan ketertiban di masyatakat termasuk ketertiban keagamaan yg moderat," tukasnya.(Tribunlampung.co.id/Sulis Setia M)

Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved