Wawancara Eksklusif Tribun Lampung
Lampung Tengah di Tangan Pjs Bupati, Adi Erlansyah Siap Jaga Netralitas ASN
Kepala Inspektorat Lampung, Inspektur Adi Erlansyah diamanahkan menjadi Penjabat Sementara (Pjs bupati) Kabupaten Lampung Tengah.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH - Kepala Inspektorat Lampung, Inspektur Adi Erlansyah diamanahkan menjadi Penjabat Sementara (Pjs bupati) Kabupaten Lampung Tengah.
Ia telah dikukuhkan bersama Pjs bupati Lampung Selatan, Pesisir Barat, Way Kanan, Lampung Timur, pada Sabtu (26/9/2020), oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.
Apa yang akan dilakukan Adi Erlansyah untuk membangun Lampung Tengah di tengah pandemi Corona ini.
Berikut petikan Wawancara Eksklusif Tribun Lampung dengannya, Kamis (1/10/2020).
Bagaimana pekan pertama bekerja sebagai Pjs Bupati Lamteng?
Jadi sesuai dengan penugasan sebagai Pjs Bupati Lampung Tengah dan juga surat dari Mendagri ada beberapa poin dalam mengurusi pemerintahan.
Di antaranya, melaksanakan urusan pemerintahan, menjaga ketentraman dan keamanan masyarakat terutama pada pilkada.
Kemudian, memfasilitasi penyelenggaraan pilkada, menjaga netralitas ASN Pemkab Lampung Tengah.
Selain itu juga menekan penyebaran virus corona.
Hari pertama bertugas, saya telah bertemu dengan kepala-kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Apa yang menjadi prioritas kerja Anda?
Sesuai tugas yang diamanahkan sebagai Pjs bupati.
Kita juga akan berupaya menjaga netralitas ASN Lampung Tengah.
Hal ini harus dioptimalkan kepada semua ASN di Lampung Tengah.
Saat ini sudah masuk masa kampanye pilkada, apa saja langkah dan kebijakan yang akan Anda lakukan?
Saat ini yang harus dilakukan sesuai dengan tahapan, menyiapkan dana hibah. Itu akan dievaluasi.
Terkait dengan tugas dari Bawaslu kita dukung, terutama pada gambar kepala daerah dan calon lainnnya harus steril.
Satuan Polisi Pamong Praja juga sudah bergerak melakukan penertiban gambar para calon kepala daerah.
Baru-baru ini Bupati nonaktif Loekman Djoyosoemarto terkena Covid-19, apa langkah di internal pemkab?
Adapun langkah internal yang sudah dilakukan yakni pegawai harus bekerja di rumah, semua kantor dikosongkan.
Hanya ada 5 orang petugas piket. Bekerja di rumah ini akan dilakukan sampai dengan Jumat.
Semua pejabat yang kontak erat juga diperiksa dan diminta istirahat selama tiga hari setelah melakukan uji swab.
Jika negatif, maka para pejabat tersebut kembali bekerja seperti biasanya.
Bagaimana Anda menilai penanganan Covid-19 di Lamteng sejauh ini?
Berdasarkan informasi awal yang saya dapat, sosialisasi terkait Covid-19 Lamteng ini belum maksimal.
Untuk itu, ke depan di setiap tempat ramai akan ada imbauan agar melaksanakan protokol kesehatan.
Mulai dari pakai masker, cuci tangan, jaga jarak. Razia masker juga akan kita maksimalkan.
Potensi apa yang bisa didorong untuk menopang perekonomian Lamteng?
Lamteng ini basisnya pertanian. Sektor ini akan kita optimalkan.
Saat ini sektor pertanian ini masih bertahan.
Apa kendala dalam mendorong potensi tersebut dan apa solusinya?
Potensi yang ada itu tinggal kita optimalkan saja.
Caranya dengan bersinergi kepada Pemprov Lampung dan melibatkan pihak swasta.
Kita tahu dampak Covid ini sangat luas dan terasa, sehingga kita akan berusaha menjaga kondisi perekonomia masyarakat Lamteng.
(tribunlampung.co.id/bayu saputra)