Berita Nasional

TGPF Penembakan di Intan Jaya Papua Sudah Periksa 25 Saksi

Ada sekitar 25 saksi yang telah diperiksa TGPF Intan Jaya Papua mengenai rentetan penembakan

Kompas.com/Abba Gabrilin
Benny Mamoto 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PAPUA - Tim Gabungan Pencari Fakta ( TGPF) telah memeriksa 25 saksi dalam rentetan kasus penembakan di Intan Jaya, Papua, pada pertengahan September 2020.

"Ada sekitar 25 saksi lebih karena masih berjalan," ujar Ketua Tim Investigasi Lapangan TGPF Benny Mamoto melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Minggu (11/10/2020).

Benny menjelaskan seluruh saksi tersebut berkaitan dengan kasus-kasus penembakan yang terjadi di Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua dan menewaskan dua anggota TNI Serka Sahlan, Pratu Dwi Akbar, serta seorang Pendeta Yeremia Zanambani

"Ada tiga kasus di tiga TKP di Hitadipa dengan korban dua anggota TNI dan Pendeta Yeremia Zanambani," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, seorang anggota TGPF Bambang Purwoko dan prajurit TNI Sertu Faisal Akbar menjadi korban penembakan di Intan Jaya, Papua, Jumat (9/10/2020).

Penembakan itu diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

1 Prajurit TNI AD Gugur Ditembak  KKB di Intan Jaya Papua

Viral Bocah Disabilitas di Bangka Belitung Coba Bangunkan Ibunya yang Sudah Meninggal

Bambang Purwoko merupakan dosen dan peneliti dari Universitas Gadjah Mada, yang berpengalaman meneliti di Papua dan pernah menjadi ketua Pokja Papua UGM.

Sedangkan Sertu Faisal Akbar adalah anggota Satgas Apter Hitadipa dari satuan Kodim 1304 Gorontalo.

Bambang mengalami luka tembak pada bagian kaki, sedangkan Sertu Faisal tertembak di bagian pinggang.

Kedua korban saat ini sudah dievakuasi ke Jakarta sejak Sabtu (10/10/2020). (Kompas.com/Achmad Nasrudin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "TGPF Sudah Periksa 25 Saksi Terkait Kasus Penembakan di Intan Jaya Papua"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved