Kasus Corona di Pringsewu
Kasus Covid-19 Pringsewu Bertambah, Santri Ponpes di Jabar Pulang ke Lampung Merasa Kurang Sehat
P20 laki-laki 16 tahun, domisili di Kecamatan Pringsewu merupakan santri pondok pesantren di Jawa Barat pulang ke Lampung karena merasa kurang sehat
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Robertus Didik
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Virus Corona di Kabupaten Pringsewu bertambah menjadi 20 kasus, dari sebelumnya 19.
Penambahan satu kasus Covid-19 ini disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pringsewu dr Nofli Yurni.
"P20 laki-laki 16 tahun, domisili di Kecamatan Pringsewu merupakan santri pondok pesantren di Jawa Barat pulang ke Lampung karena merasa kurang sehat," tukas Nofli didampingi Kadiskominfo Pringsewu Samsir, Rabu, 14 Oktober 2020.
Ditambahkan Nofli, bahwa pada 25 September 2020 kemarin yang bersangkutan tiba di Lampung.
Kemudian, pada 27 September 2020 dijemput orang tuanya dengan kendaraan pribadi dan karantina mandiri.
Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Lampung Tambah 24 Pasien, Banyak dari Lampung Utara 9 Orang
Baca juga: Setubuhi Gadis 14 Tahun, Remaja di Pringsewu Dijemput Polisi di Bengkel
Selanjutnya, pada 7 Oktober 2020 masih ada keluhan batuk dan indera penciuman berkurang (amosmia).
Lalu pada 9 Oktober 2020, datang ke Puskesmas Rejosari untuk memeriksakan diri.
Lalu keesokan harinya diambil sampel swab pertama dan pada 11 Oktober 2020 sampel kedua.
"Pada 13 Oktober hasil pemeriksaan swab diketahui dan terkonfirmasi positif," kata Nofli.
Kondisi saat ini, lanjut Nofli, P20 tanpa gejala dan isolasi mandiri di rumah. Tim surveilens telah melakukan tracing kontak erat. (Tribunlampung.co.id/Robertus Didik)