Tribun Bandar Lampung
Kata Siswi SMAN 7 Bandar Lampung soal Sekolah Daring di Masa Pandemi Covid-19
Sekolah di masa pandemi Covid-19 tetap harus disikapi positif meskipun pembelajaran lebih banyak dilakukan secara daring dan minimnya tatap muka.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Daniel Tri Hardanto
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Sulis Setia Markhamah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sekolah di masa pandemi Covid-19 tetap harus disikapi positif meskipun pembelajaran lebih banyak dilakukan secara daring dan minimnya tatap muka.
Dianca Putri Ramadhani, siswi kelas XI di SMAN 7 Bandar Lampung, mengatakan, tidak ada alasan untuk tidak bersyukur meskipun keadaannya kurang mendukung untuk sekolah tatap muka.
"Terlebih ini terjadi secara global bukan hanya di Indonesia saja. Orang pasti nggak ada yang mau dunia maupun negara kita seperti sekarang, tetapi yang terjadi pasti ada alasannya untuk kita tetap," kata remaja berparas manis ini kepada Tribunlampung.co.id, Kamis (15/10/2020).
Dianca menyadari dengan pembelajaran online kerap kurang memahami materi yang diberikan namun tetap berusaha memaksimalkan media belajar yang tersedia.
Hal sama dikatakan Fadhila Rahma Aulia.
Ia berusaha membuat pembelajaran tetap menyenangkan meskipun diakuinya lebih nyaman belajar menggunakan metode melihat (subjek pengajar) dan mendengar (audio pengajar).
Baca juga: Siswa SD Xaverius 1 Bandar Lampung Sabet Medali Emas di Ajang AIMO 2020, Lomba Digelar Secara Daring
Baca juga: Muridnya Tak Punya Ponsel Belajar Daring, Seorang Guru Terpaksa Pakai Nampan untuk Jadi Papan Tulis

"Karena dengan melihat langsung pasti kita dituntut untuk memperhatikan dan berkonsentrasi," jelas siswi XII IPA 5 SMAN 7 Bandar Lampung itu.
Saat ini diakuinya pembelajaran daring sudah berjalan sekitar 7 bulan.
Untuk awal-awal pembelajaran daring dirinya merasa bisa beradaptasi karna perkiraan pandemi tidak berlangsung lama.
"Mungkin ini tahap adaptasi juga karena kan selama 11 tahun di bangku sekolah, baru saat ini kita mengalami teknik belajar yang beda seperti ini. Harapannya semoga pandemi cepat selesai dan kembali ke sekolah seperti biasa," ucap dia.
Vidya Sinta Billkis mengatakan hal senada.
Selama belajar daring dirinya berusaha tetap produktif.
Dia memaksimalkan persiapan untuk masuk perguruan tinggi dengan latihan-latihan soal, join webinar, dan lainnya.

"Biar rasa jenuh nggak muncul terus, aku juga ikutan volunteer online seperti mendukung kesehatan mental di Indonesia," terang Vidya.
Selain itu juga Vidya mengaku bergabung di grup belajar sekaligus untuk ajang mencari relasi.
"Terus mulai menata agar bisa menjadi versi terbaik dari aku," tandasnya.
Asah Kreativitas
Dianca Putri Ramadhani memiliki hobi bernyanyi dan juga rekaman.
Tak jarang di sela pembelajaran daring kerap dimanfaatkannya untuk menyalurkan bakatnya tersebut.
"Aku karena suka dan hobi bernyanyi, jadi di sela-sela daring gitu rekaman, buat video clip, syuting TVRI. Syuting lagu Lampung sama lagu-lagu islami," beber Dianca.
Terkait caranya membagi waktu dengan tugas sekolah menurutnya tidak ada masalah. Terlebih tugas yang diberikan guru ada tenggat waktunya.
"Biasanya untuk syuting, rekaman atau video klip juga kan buat janji dulu dan digarap weekend. Jadi tidak mengganggu tugas-tugas sekolah aku," ujarnya.
Kalaupun harus menjalani syuting di hari sekolah, ia membawa buku dan tugasnya ke lokasi dan mengerjakannya di sela kegiatannya. (Tribunlampung.co.id/Sulis Setia M)