Tribun Lampung Selatan
Kopi Krakatoa Gunung Rajabasa Tetap Bertahan di Tengah Pandemi, Penjualan Turun Drastis Akibat PSBB
Penjualan bubuk kopi dengan merk “Krakatoa” miliknya mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Reny Fitriani
Tetapi ini pun, belum bisa dijalankannya karena kondisi pandemi covid-19.
“Sekarang kita terpenting kita bisa bertahan dahulu. Karena memang kondisi pandemi covid-19, belum banyak yang bisa kita lakukan,” ujar dirinya.
Usaha bubuk kopi “Krakatoa” milik Tri Budianto pun memiliki beberapa varian produk.
Seperti rouster (kopi biji yang sudah disangrai) harganya Rp. 20 ribu per kemasan.
Lalu bubuk kopi original dengan harga yang sama Rp 20 ribu per kemasan.
Ia juga memproduk bubuk kopi campuran rumput laut dengan harga Rp 30 ribu per kemasan. Kemudian bubuk kopi pasak bumi dengan harga Rp 20 ribu per kemasan.
“Varian terbaru kita, bubuk kopi jahe merah dengan harga Rp 28 ribu per kemasan. Tapi ini belum bisa kita pasarkan secara luas, karena kondisi pandemi covid-19 saat ini,” kata Tri Budianto.(Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo)